Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Manipulasi Psikologis: Mengapa Pasangan Marah Besar Saat Ditanya Soal Kecurigaan?

R
ilustrasi pasangan
ilustrasi pasangan

Advertisement

PROKAL.CO- Menghadapi pasangan yang bereaksi dengan kemarahan meledak-ledak saat ditanya mengenai sebuah kecurigaan bukan sekadar masalah komunikasi biasa, melainkan indikasi mekanisme pertahanan diri yang tidak sehat. Dalam tinjauan psikologi, pola ini sering kali digunakan sebagai alat untuk mengintimidasi dan membungkam intuisi pasangan.

Salah satu taktik yang paling sering muncul adalah deflection atau pengalihan. Alih-alih memberikan jawaban jujur, seseorang yang merasa terpojok akan menggunakan kemarahan sebagai tameng agar fokus pembicaraan berpindah. Tujuannya jelas, yaitu membuat Anda merasa bersalah karena telah bertanya, sehingga pembahasan mengenai inti masalah terhenti begitu saja.

Pakar psikologi juga mengenal istilah DARVO, sebuah singkatan dari Deny, Attack, and Reverse Victim and Offender. Pola ini bekerja secara sistematis di mana pelaku akan menyangkal melalui kemarahan, menyerang balik penanya, hingga akhirnya memutarbalikkan fakta sehingga seolah-olah merekalah korban dari tuduhan kejam Anda. Di titik ini, posisi Anda yang semula mencari kebenaran justru berbalik menjadi pihak yang dipersalahkan.

Advertisement

Lebih jauh lagi, ancaman untuk melakukan hal yang dicurigai merupakan bentuk manipulasi emosional yang ekstrem. Kalimat seperti ancaman akan benar-benar berselingkuh jika terus dituduh hanyalah taktik untuk menanamkan rasa takut. Secara moral, tindakan seseorang adalah tanggung jawab pribadinya sendiri, bukan beban yang harus dipikul oleh pasangannya hanya karena sebuah pertanyaan klarifikasi.

Secara umum, seseorang yang berkata jujur cenderung bereaksi dengan rasa kaget yang diikuti penjelasan tenang atau rasa sedih karena tidak dipercaya. Sebaliknya, kemarahan yang defensif dan tidak proporsional sering kali menjadi indikator adanya sesuatu yang disembunyikan, baik karena rasa panik tertangkap basah maupun rasa bersalah yang berubah menjadi energi kemarahan.

Reaksi semacam ini merupakan sinyal merah atau red flag yang menunjukkan ketidakmatangan emosional. Pasangan yang sehat seharusnya memberikan rasa aman dan ketenangan saat Anda bertanya, bukan justru menggunakan ancaman untuk membungkam perasaan Anda. Kesadaran akan pola manipulatif ini penting agar Anda tidak terjebak dalam rasa bersalah yang semu. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ini 7 Tanda Nyata Seseorang Sedang Memanipulasi Anda

Ini 7 Tanda Nyata Seseorang Sedang Memanipulasi Anda

7 Tanda Nyata Seseorang Sedang Memanipulasi Anda Di balik interaksi manis atau hubungan yang tampak normal, perilaku manipulatif kerap bersembunyi dengan sangat rapi. Para manipulator ulung jarang me

6 Strategi Psikologis Membalikkan Keadaan dan Memanipulasi Balik Seorang Manipulator!

6 Strategi Psikologis Membalikkan Keadaan dan Memanipulasi Balik Seorang Manipulator!

6 Strategi Psikologis Membalikkan Keadaan dan Memanipulasi Balik Seorang Manipulator!

10 Realitas Pahit Hubungan Modern: Mengapa Pria Harus Berhenti Mengorbankan Harga Diri demi Cinta

10 Realitas Pahit Hubungan Modern: Mengapa Pria Harus Berhenti Mengorbankan Harga Diri demi Cinta

10 Realitas Pahit Hubungan Modern: Mengapa Pria Harus Berhenti Mengorbankan Harga Diri demi Cinta

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer