Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

10 Makanan Khas Bulan Ramadhan di Berbagai Negara Dunia yang Menggugah Selera

Indra Zakaria • 2024-03-17 15:00:00
Haleem, makanan Ramadhan khas Asia Selatan dan kabsa, makanan Ramadhan khas Arab Saudi. (remitly.com)
Haleem, makanan Ramadhan khas Asia Selatan dan kabsa, makanan Ramadhan khas Arab Saudi. (remitly.com)

 

Berikut sepuluh makanan khas di bulan Ramadhan dari berbagai negara dunia. Tentu, ada banyak makanan yang hadir selama bulan Ramadhan oleh budaya tertentu dari berbagai negara. Dikutip dari thenews.com, menu berbuka puasa yang biasa disantap adalah kurma, buah-buahan, hingga jus.

Selain itu, ada pula menu-menu khas yang juga dinikmati oleh sebagai negara, mulai dari salad segar hingga sup bergizi, kebab lezat hingga samosa pedas, puding beras hingga kue kering isi pistachio yang dapat dinikmati oleh berbagai umat Islam di negara-negara dunia.

Simak daftar makanan khas di bulan Ramadhan dari berbagai negara dunia, dikutip dari remitly.com:

1. Haleem (Asia Selatan)

Makanan khas Asia Selatan saat bulan Ramadhan adalah haleem.Haleem adalah tradisi kuno yang diperkirakan berasal dari hidangan yang disebut harees, yang tercatat dalam buku masak dari abad ke-10.

Haleem merupakan variasi dari sup kental yang dibuat dengan merendam biji-bijian seperti gandum dan jelai selama semalam.

Rendaman biji-bijian tersebut kemudian direbus dan dicampur dengan kuah daging untuk menghasilkan tekstur seperti pasta.

Haleem biasanya disajikan di Pakistan, India, dan Bangladesh dengan variasi yang berisi buah-buahan dan kacang-kacangan kering.

Selain itu, dapat juga diberi taburan jeruk nipis, bawang bombay, hingga ketumbar segar.

2. Ramazan Pidesi (Turki)

 

Selama bulan Ramadhan di Turki, toko roti sibuk membuat roti pita yang dikenal dengan ramazan pidesi.

Makanan ini terbuat dari tepung terigu dengan ragi dan di atasnya diberi biji-bijian yang memiliki pola tenunan khas di atasnya.Ramazan pidesi secara tradisional disajikan untuk berbuka puasa dan sahur.

 

3. Aseeda (Yaman)

Menu aseeda menjadi lauk sederhana yang dinikmati oleh Arab selama bulan Ramadhan dan perayaan lainnya seperti Maulid.

Di Yaman, adonan tepung terigu yang lembut ini sangat umum dan biasanya disajikan dengan kaldu ayam yang dibumbui dan dimakan dengan tangan.Hidangan ini berasal dari Andalusia abad pertengahan.

4. Lapis Legit (Indonesia)

Lapis legit menjadi salah satu makanan penutup khas Indonesia saat bulan Ramadhan.

Roti ini merupakan salah satu warisan masa kolonial Belanda dengan bahan dan rasa yang terus berkembang.

Membutuhkan waktu yang lama untuk membuat lapis legit ini lantaran membutuhkan kurang lebih delapan belas lapis, belum lagi banyak mentega, gula, kuning telur, dan campuran bumbu kapulaga, kayu manis, cengkeh, dan banyak lagi.

5. Fattoush (Lebanon)

Salad khas Timur Tengah ini dikemas dengan sayuran segar dan sisa roti pita.Fattoush memiliki banyak variasi resep, dengan vinaigrette delima sebagai salah satu saus yang populer.

6. Ful (Mesir)

Ful merupakan hidangan kuno yang populer di banyak belahan dunia berbahasa Arab.

Dibumbui bawang putih dan dimasak dengan tomat serta minyak zaitun, hidangan ini sering disajikan dengan roti pita saat sarapan.

7. Harira (Maroko)

Segala jenis sup merupakan makanan pembuka yang populer untuk hidangan berbuka puasa, seperti shorbat adas (sup miju-miju merah) di  Mesir atau Lebanon dan harira  Maroko.


8. Fruit Chaat (Asia Selatan)

Buah-buahan dan sayuran segar menjadi bagian penting dari banyak menu berbuka puasa, sebagai cara berbuka puasa yang ringan dan menyegarkan.

Dinikmati di Bangladesh, Pakistan, dan India, salad buah ini menjadi menu tradisi Ramadhan bagi banyak keluarga di Asia Selatan.

Nama fruit chaat diambil dari bumbu chaat masala yang dicampur dengan buahnya.

Hidangan ini memiliki banyak variasi pada resep, tetapi chaat masala sering kali mengandung amchoor (bubuk mangga kering), jinten, garam hitam, ketumbar, jahe kering, garam, merica, dan bubuk cabai.

 
 

9. Cambaabur (Somalia)

Cambaabur biasanya disajikan saat umat Islam di Somalia menyambut hari raya Idul Fitri. Tekstur hidangan ini mirip dengan injera, roti pipih Ethiopia dengan tekstur kenyal.

Saat perayaan Idul Fitri, crepes Somalia ini biasanya disajikan dengan yogurt dan ditaburi gula di atasnya. Selain itu, dalam adonan cambaabur, biasanya juga mengandung jinten, bawang putih, kunyit, dan bawang bombay.

 

10. Kabsa (Arab Saudi)

Hidangan kabsa ini dibuat dengan nasi, ayam atau domba, dan campuran rempah-rempah yang disebut baharat.

Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan kabsa antara lain wortel, paprika, tomat, bawang merah, bawang putih, serta dagingnya bisa dimasak atau dipanggang. (*)

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Editor : Indra Zakaria