MAHAKAM ULU – Menghadapi arus mudik Lebaran 2026, pemerintah melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim mengambil langkah antisipatif di jalur darat yang menghubungkan Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Fokus utama terletak pada paket Pembangunan Jalan Tering – Long Bagun 6 Tahap 2, di mana alat berat kini disiagakan penuh untuk membantu mobilitas warga.
Langkah strategis ini diambil mengingat kondisi cuaca yang memasuki musim penghujan, yang kerap membuat jalur tanah di kawasan tersebut menjadi licin dan sulit ditaklukkan oleh kendaraan kecil.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perbatasan 3 BBPJN Kaltim, Imtihan S. Baqy, menegaskan bahwa selama periode libur lebaran, operasional alat berat tidak sepenuhnya berhenti, melainkan beralih fungsi untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas.
"Kami tetap menyiagakan alat berat guna membantu masyarakat selama arus mudik dan libur lebaran tahun 2026. Ini penting untuk mengatasi kendala transportasi akibat jalan tanah yang licin saat hujan," ujar Imtihan.
Kehadiran alat berat di titik-titik kritis ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi pemudik yang nekat melintasi jalur darat Mahulu, yang hingga kini masih dalam proses peningkatan status jalan.
Proyek peningkatan jalan sepanjang 4,20 kilometer ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang pemerintah untuk membuka isolasi wilayah Mahakam Ulu. Meskipun pengerjaan fisik ditargetkan baru benar-benar rampung pada tahun 2027, pihak penyedia jasa diwajibkan tetap menjaga fungsionalitas jalan selama masa konstruksi.
“Penyedia jasa bertanggung jawab menjaga kelancaran arus lalu lintas. Dengan kesiapsiagaan ini, kami berharap mobilitas masyarakat dan pasokan logistik ke Mahakam Ulu tidak terhambat,” tambah Imtihan.
Pembangunan jalur Tering – Long Bagun ini tidak hanya krusial untuk urusan mudik, tetapi juga diproyeksikan menjadi urat nadi pertumbuhan ekonomi baru bagi Kabupaten Mahakam Ulu. Akses darat yang lebih baik akan memangkas biaya logistik yang selama ini sangat bergantung pada jalur sungai Mahakam yang biayanya fluktuatif mengikuti ketinggian air.
Pemerintah berharap masyarakat tetap berhati-hati dan memantau kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan darat menuju Mahakam Ulu, mengingat pengerjaan fisik masih terus berlangsung di beberapa titik. (*)
Editor : Indra Zakaria