Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pompanisasi dan Pupuk Terjaga, Petani Tetap Produksi di Tengah Kemarau 

R
POMPA DAN PUPUK: Kementan RI memastikan kesiapan menghadapi potensi kemarau panjang 2026 dengan langkah mitigasi yang terukur dan berbasis kondisi lapangan.
POMPA DAN PUPUK: Kementan RI memastikan kesiapan menghadapi potensi kemarau panjang 2026 dengan langkah mitigasi yang terukur dan berbasis kondisi lapangan.

Advertisement

PROKAL.CO, JAKARTA– Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) memastikan kesiapan menghadapi potensi kemarau panjang 2026 dengan langkah mitigasi yang terukur dan berbasis kondisi lapangan. 

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan produksi pangan nasional tetap berada dalam kendali meskipun menghadapi dinamika iklim.

“Pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah strategis, mulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan berbasis early warning system, optimalisasi pengelolaan air melalui rehabilitasi jaringan irigasi, embung, serta pemanfaatan pompanisasi dan perpipaan,” ujar Mentan Amran.

Mengacu pada proyeksi iklim, kemarau tahun 2026 diperkirakan berlangsung lebih panjang dengan intensitas yang lebih tinggi. 

Namun demikian, kondisi tersebut telah diantisipasi sejak awal melalui penguatan sistem mitigasi berbasis wilayah dan percepatan intervensi di lapangan. 

Advertisement

Sejumlah wilayah sentra produksi, khususnya di Pulau Jawa, berpotensi mengalami penurunan ketersediaan air irigasi yang berdampak pada terganggunya pola tanam, penurunan indeks pertanaman, hingga risiko gagal panen.

Merespons kondisi tersebut, Kementerian Pertanian telah mempercepat intervensi di wilayah rawan kekeringan.

Salah satunya melalui optimalisasi pemanfaatan pompa air dan sumber-sumber air permukaan. 

Langkah ini tidak bersifat reaktif, melainkan telah dikoordinasikan sejak awal ke seluruh daerah agar dapat memitigasi kekeringan dengan memetakan wilayah terdampak dan potensi sumber air terdekat.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementan RI, Andi Nur Alam Syah, menegaskan bahwa pompanisasi menjadi instrumen kunci dalam menjaga stabilitas produksi saat kemarau, sekaligus menunjukkan skala intervensi pemerintah yang masif dalam beberapa tahun terakhir.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mentan Amran Dorong Implementasi Pertanian Modern PM-AAS, Pendapatan Petani Naik Tiga Kali Lipat

Mentan Amran Dorong Implementasi Pertanian Modern PM-AAS, Pendapatan Petani Naik Tiga Kali Lipat

Mentan RI, Andi Amran Sulaiman, mempercepat implementasi sistem Pertanian Modern PM-AAS sebagai strategi baru meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

Antisipasi Potensi El Nino 2026, Kementan Percepat Pompanisasi untuk Selamatkan Musim Tanam dan Jaga Produksi Pangan

Antisipasi Potensi El Nino 2026, Kementan Percepat Pompanisasi untuk Selamatkan Musim Tanam dan Jaga Produksi Pangan

Kementan RI mempercepat program pompanisasi sebagai langkah mitigasi utama menghadapi potensi fenomena El Nino pada 2026.

Mentan Amran Sambut Putra Presiden Belarus, Perkuat Hubungan Strategis

Mentan Amran Sambut Putra Presiden Belarus, Perkuat Hubungan Strategis

Hubungan baik Mentan RI, Andi Amran Sulaiman dengan Putra Presiden Belarus, Dmitry Lukashenko, semakin erat. Untuk kedua kalinya, Dmitry berkunjung dan bertemu Mentan Amran.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer