Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ujung Penantian 22 Tahun, Pemerintah-DPR RI Akhirnya Setujui RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

R
SUDAH SAH: Pemerintah dan DPR RI menyepakati RUU PPRT disahkan menjadi undang-undang, Selasa, 21 April 2026.
SUDAH SAH: Pemerintah dan DPR RI menyepakati RUU PPRT disahkan menjadi undang-undang, Selasa, 21 April 2026.

Advertisement

PROKAL.CO, JAKARTA – Pemerintah bersama DPR RI menyepakati Rancangan Undang-Undang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) disahkan menjadi undang-undang. 

Pengesahan ini mengakhiri penantian panjang selama 22 tahun dalam menghadirkan kepastian payung hukum pelindungan dan jaminan sosial bagi pekerja rumah tangga. 

Advertisement

Pengesahan ini bermakna spesial karena bertepatan dengan momen Hari Kartini, serta menjadi kado menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026.

Keputusan pengesahan diambil dalam Rapat Paripurna DPR ke-17 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 yang dipimpin oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026). 

Sidang paripurna dihadiri wakil pemerintah di antaranya, Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas; Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya; Wakil Menteri Sekretaris Negara, Bambang Eko Suhariyanto; Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor; serta Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan.

Advertisement

Dalam sidang tersebut, Puan menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Sekretaris Negara atas peran dan kerja sama selama pembahasan RUU PPRT.

Mewakili pemerintah, Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, menegaskan bahwa pembentukan UU PPRT bertujuan untuk memberikan kepastian hukum kepada pekerja rumah tangga (PRT) maupun pemberi kerja, mencegah segala bentuk diskriminasi, eksploitasi, dan pelecehan terhadap PRT, serta mengatur hubungan kerja yang harmonis dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.

“Setelah sungguh-sungguh mempertimbangkan pendapat fraksi-fraksi, izinkan kami mewakili Presiden RI dalam rapat terhormat ini menyatakan setuju RUU tentang PPRT untuk disahkan menjadi undang-undang,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menyambut baik serta memberikan apresiasi atas diselesaikannya pembahasan RUU PPRT yang telah diusulkan sejak 2004 dan akhirnya disahkan menjadi undang-undang pada 21 April 2026.

Afriansyah menambahkan, pengesahan RUU PPRT ini diharapkan dapat menjadi landasan yuridis dalam pelindungan pekerja rumah tangga di Indonesia. 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Muktamar VIII Jadi Momentum Islah dan Konsolidasi Nasional, IPHI Ahmad Yani Buktikan di Kepanitiaan

Muktamar VIII Jadi Momentum Islah dan Konsolidasi Nasional, IPHI Ahmad Yani Buktikan di Kepanitiaan

Semangat islah mengemuka dan menjadi harapan  peserta Muktamar ke-VIII Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) di Jakarta.

Kolaborasi BPOM dan Yakult, Akselerasi Inovasi Probiotik untuk Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi BPOM dan Yakult, Akselerasi Inovasi Probiotik untuk Kesehatan Masyarakat

PT Yakult Indonesia Persada berkolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memperkuat komitmen jaminan kualitas dan pengembangan inovasi pangan fungsional.

Saksi Bisu Eksekusi Sadis VOC: Rahasia Mengerikan Prasasti Pieter Erberveld di Museum Sejarah Jakarta

Saksi Bisu Eksekusi Sadis VOC: Rahasia Mengerikan Prasasti Pieter Erberveld di Museum Sejarah Jakarta

Saksi Bisu Eksekusi Sadis VOC: Rahasia Mengerikan Prasasti Pieter Erberveld di Museum Sejarah Jakarta Bagi pengujung Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah) yang hendak menuju area toilet, ada seb

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer