Hadapi Tantangan Iklim, Kementan RI Andalkan Pompanisasi untuk Kejar Tanam di Sukoharjo

PROKAL.CO, SUKOHARJO-Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) mempercepat olah lahan dan tanam di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng).
Langkah ini dilakukan lewat intervensi pompanisasi untuk mengantisipasi kekeringan akibat fenomena El Nino.
Berdasarkan data, Sukoharjo memiliki luas baku sawah (LBS) 20.085 hektare.
Baca Juga: Insentif Guru Honorer Kukar Tertunggak 4 Bulan, DPRD Pastikan Segera Cair
Dari jumlah itu, luas tanam atau standing crop padi saat ini mencapai 14.573 hektare.
Namun, sekitar 6.516 hektare lahan di enam kecamatan terindikasi berpotensi terdampak kekeringan.
Salah satu titik rawan berada di Kecamatan Bulu, tepatnya di Desa Bulu. Di wilayah ini, Gapoktan Rukun Tani mengelola sekitar 152 hektare sawah yang didominasi lahan tadah hujan.
Kondisi ini membuat petani sangat bergantung pada curah hujan dan rentan terdampak saat musim kering berkepanjangan.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan pompanisasi menjadi kunci menjaga produksi di tengah tekanan iklim.
“Dalam kondisi El Nino, kita tidak bisa bergantung pada hujan. Air harus kita datangkan. Pompanisasi menjadi solusi cepat agar petani tetap bisa tanam dan produksi tidak turun,” kata Amran.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan, Andi Nur Alam Syah, mengatakan intervensi dilakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan, mulai dari penyediaan pompa air hingga pipanisasi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




