Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kementan dan Pemda Perkuat Antisipasi Kemarau, Pastikan Pertanaman Padi Gunungkidul Tetap Aman hingga Masa Panen

R
ANTISIPASI: Kementan RI bersama pemerintah daerah terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang yang diperkirakan hingga Oktober 2026.
ANTISIPASI: Kementan RI bersama pemerintah daerah terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang yang diperkirakan hingga Oktober 2026.

Advertisement

PROKAL.CO, GUNUNGKIDUL — Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) bersama pemerintah daerah terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.

Upaya mitigasi dilakukan untuk memastikan produksi pangan nasional tetap terjaga, khususnya di wilayah sentra padi tadah hujan.

Salah satu langkah konkret dilakukan melalui monitoring intensif pertanaman padi musim tanam kedua (MT2) di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta. 

Meski menghadapi musim kering, ribuan hektare pertanaman padi di wilayah Semin dan Ngawen dipastikan dalam kondisi aman dan siap memasuki masa panen.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul bersama jajaran penyuluh pertanian terus melakukan pemantauan kondisi pertanaman dan ketersediaan air di lapangan guna memastikan produksi tetap optimal di tengah perubahan iklim yang terjadi tahun ini.

Advertisement

Di Kapanewon Semin, pertanaman padi seluas 2.924 hektare yang ditanam pada Februari hingga Maret 2026 dipastikan aman hingga masa panen.

Kondisi tersebut ditopang ketersediaan air yang masih mencukupi serta curah hujan yang relatif baik hingga April lalu.

Panen raya MT2 di wilayah tersebut diperkirakan mulai berlangsung pada pekan ketiga Mei 2026.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Semin, Rumini, mengatakan petani di wilayah Semin mulai beradaptasi menghadapi ancaman kemarau dengan menggunakan varietas padi umur pendek atau genjah yang lebih tahan terhadap keterbatasan air.

“Saat ini hamparan padi di Semin sudah mulai menguning dan siap dipanen dalam waktu dekat. Petani juga mulai banyak menggunakan varietas genjah seperti Pajajaran, M70D, dan Trisakti sehingga lebih siap menghadapi musim kering,” kata Rumini dalam keterangannya, Jumat (8/6/2026).

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mentan Amran Dorong Implementasi Pertanian Modern PM-AAS, Pendapatan Petani Naik Tiga Kali Lipat

Mentan Amran Dorong Implementasi Pertanian Modern PM-AAS, Pendapatan Petani Naik Tiga Kali Lipat

Mentan RI, Andi Amran Sulaiman, mempercepat implementasi sistem Pertanian Modern PM-AAS sebagai strategi baru meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

Antisipasi Potensi El Nino 2026, Kementan Percepat Pompanisasi untuk Selamatkan Musim Tanam dan Jaga Produksi Pangan

Antisipasi Potensi El Nino 2026, Kementan Percepat Pompanisasi untuk Selamatkan Musim Tanam dan Jaga Produksi Pangan

Kementan RI mempercepat program pompanisasi sebagai langkah mitigasi utama menghadapi potensi fenomena El Nino pada 2026.

Mentan Amran Sambut Putra Presiden Belarus, Perkuat Hubungan Strategis

Mentan Amran Sambut Putra Presiden Belarus, Perkuat Hubungan Strategis

Hubungan baik Mentan RI, Andi Amran Sulaiman dengan Putra Presiden Belarus, Dmitry Lukashenko, semakin erat. Untuk kedua kalinya, Dmitry berkunjung dan bertemu Mentan Amran.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer