Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KPK Bongkar Skandal Suap Jabatan Sekda Kuansing, Bupati Minta Upeti Toyota Land Cruiser Rp 2,05 Miliar

R
Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby resmi menggunakan rompi tahanan usai terjaring OTT KPK di Jakarta, Rabu (01/06/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby resmi menggunakan rompi tahanan usai terjaring OTT KPK di Jakarta, Rabu (01/06/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Advertisement

PROKAL.CO- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan kronologi dan konstruksi perkara dugaan suap yang mencoreng proses pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Dalam skandal ini, seorang calon Sekda diduga nekat menggelontorkan mobil mewah berjenis Toyota Land Cruiser 300 GR-S kepada sang bupati sebagai mahar demi memuluskan jalannya menuju kursi jabatan.

Kasus rasuah ini terkuak setelah bupati petahana terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh tim penindak lembaga antirasuah. Penyelidikan intensif pun langsung dilakukan untuk mengurai benang merah praktik lancung di lingkungan pemerintah daerah tersebut.

Mahar Mobil SUV Mewah untuk Kursi Sekda

Advertisement

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan (Plt Dirdik) KPK, Achmad Taufik Husein, menjelaskan bahwa perkara ini berakar dari proses seleksi terbuka jabatan Sekda yang digelar Pemerintah Kabupaten Kuansing pada April 2025 silam. Saat itu, persaingan mengerucut pada dua kandidat kuat, yakni Fahdiansyah selaku Asisten I Setda Kuansing dan Zulkarnain yang menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR Kuansing.

Namun, proses seleksi yang seharusnya berjalan bersih justru dinodai oleh syahwat politik dan materi. KPK mengendus adanya permintaan imbalan bernilai fantastis dari kepala daerah kepada para peserta seleksi.

"SA (Suhardiman Amby) selaku Bupati Kuansing periode 2025-2030 kemudian 'meminta syarat' mobil SUV Toyota Land Cruiser 300 GR-S kepada para pihak atau calon yang mengikuti proses seleksi jabatan Sekda Kuansing," kata Achmad Taufik dalam konferensi pers resmi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Dari dua kandidat yang bertarung, hanya Zulkarnain yang menyanggupi persyaratan mewah tersebut. Alhasil, setelah kesepakatan bawah tangan itu tercapai, Zulkarnain pun resmi ditetapkan dan dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kuansing.

Advertisement

Demi memenuhi janji upetinya, Zulkarnain langsung memburu satu unit Toyota Land Cruiser 300 GR-S seharga Rp2,05 miliar di sebuah showroom di wilayah Jabodetabek. Mobil tersebut dibeli dengan skema kredit selama lima tahun dengan cicilan bulanan yang fantastis, yakni sebesar Rp46,5 juta.

Akan tetapi, rencana itu sempat terganjal karena profil keuangan Zulkarnain dinilai tidak memenuhi kualifikasi untuk mendapatkan fasilitas kredit sebesar itu. Untuk menyiasatinya, Zulkarnain meminjam identitas Ardiles, yang merupakan Direktur Utama PT Mitra Ideal Consultant (MIC), guna meloloskan pengajuan kredit. "Kemudian ZKN kembali melakukan suap untuk jabatan Sekda Kuansing dengan mobil Toyota Land Cruiser 300 GR-S senilai Rp 2,05 miliar," ujar Achmad Taufik.

Sebagai timbal balik atas bantuan peminjaman identitas korporasi tersebut, KPK menduga ada kompensasi terselubung yang diberikan kepada Ardiles berupa kemudahan mendapatkan proyek-proyek basah di lingkungan Pemkab Kuansing. Perusahaan milik Ardiles tercatat kerap keluar sebagai pemenang tender di instansi yang dipimpin oleh kolega bupati tersebut.

"ARD kembali menjadi pemenang proyek di sejumlah dinas dan sekretariat daerah Kuansing pada tahun 2025 dan 2026 dengan nilai lebih dari Rp 966 juta," tegas Achmad Taufik. KPK mengonfirmasi bahwa Ardiles sebelumnya juga telah mengantongi sekitar 13 proyek di Dinas PUPR Kuansing dengan total nilai mencapai Rp1,2 miliar pada tahun 2022.

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pusaran Skandal Izin Pelepasan Hutan: Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan SGD 46.500 dari Uang Petani untuk Menhut Raja Juli

Pusaran Skandal Izin Pelepasan Hutan: Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan SGD 46.500 dari Uang Petani untuk Menhut Raja Juli

Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby resmi menggunakan rompi tahanan usai terjaring OTT KPK di Jakarta, Rabu (01/06/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Jual Beli 'Kursi' Fakultas Kedokteran: Rektor dan 2 Wakil Rektor Unsoed Kena OTT KPK

Jual Beli 'Kursi' Fakultas Kedokteran: Rektor dan 2 Wakil Rektor Unsoed Kena OTT KPK

PURWOKERTO — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melancarkan operasi tangkap tangan (OTT) yang menyeret pimpinan tertinggi Universitas Jender

Buntut Staf Bocorkan Dokumen dan Peras Bupati Pemalang, Ketua KPK Setyo Budiyanto Siapkan Evaluasi Ketat

Buntut Staf Bocorkan Dokumen dan Peras Bupati Pemalang, Ketua KPK Setyo Budiyanto Siapkan Evaluasi Ketat

Buntut Staf Bocorkan Dokumen dan Peras Bupati Pemalang, Ketua KPK Setyo Budiyanto Siapkan Evaluasi Ketat Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto secara tegas mengumumkan akan menggel

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer