AMLAPURA – Earl Rowland dan Ridge KF, lain kali harus hati-hati jika hendak bepergian ke daerah asing. Dua warga negara Amerika Serikat (AS) itu tersesat di hutan Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Minggu (21/6) malam gara-gara mengikuti arahan peta berbasis online atau google map.
Dilansir BALI EXPRESS, informasi dari Pos SAR Karangasem, dua bule itu sempat mengunjungi Amed, Kecamatan Abang, sebelum kejadian. Setelah puas berada di Amed, kedua pria asing itu memutuskan berangkat ke Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung, mengunjungi kerabatnya.
Supaya perjalanan lancar, bule itu memilih memanfaatkan layanan peta online dengan harapan mendapat petunjuk jalan menuju Badung. "Mereka berangkat mengendarai satu motor berdua sekitar pukul 17.00 menuju Pererenan," papar Koordinator Pos SAR Karangasem I Gusti Ngurah Eka Widnyana, Senin (22/6) dini hari.
Saat di perjalanan, peta tersebut mengarahkannya ke Desa Selumbung. Praktis bule itu mengikuti petunjuk jalan. Ironis, mereka berdua tersesat saat memasuki hutan Bukit Catu. Suasana malam pukul 19.00, semakin membuat Rowland dan Ridge bingung.
Kedua bule itu terus berusaha mencari jalan keluar. Namun karena medannya turunan dan licin, akhirnya keduanya memutuskan turun dari motor berjalan kaki. Mereka mencari rumah-rumah warga guna meminta pertolongan.
Syukurnya, kerabat korban, Isabella, yang tinggal di Pererenan masih bisa dihubungi via telepon. Kedua korban meminta bantuan agar Isabella mencarikan pertolongan. Isabella ke Basarnas Bali. "Yang melapor itu teman korban tinggal di Pererenan," ujar Ngurah Eka.
Isabella datang ke Kantor Basarnas Bali untuk memberikan laporan sekitar pukul 21.20. Basarnas Bali menggerakkan tim dari Pos SAR Karangasem, selanjutnya menyisir hutan melalui medan perbukitan Bukit Catu. Kedua pelancong itu baru ditemukan sekitar pukul 23.30.
Beruntung mereka masih bisa mengakses jaringan internet guna mengirim titik lokasi. Tim gabungan Basarnas menemukan keduanya tak terlalu jauh dari jalan setapak. "Ketika ditemukan kondisi masih baik. Sempat terpeleset hanya lecet di tangan kiri. Perbekalan air minum sudah hampir habis," tukas Ngurah Eka. (aka/aim)
Editor : izak-Indra Zakaria