Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

14 Juli dan 14 Juni Bulan Mendekati Bumi, Berpotensi Picu Air Pasang Laut

izak-Indra Zakaria • 2022-06-13 12:24:54
Photo
Photo

JAKARTA – Dalam sebulan ke depan, bulan dua kali berada di titik terdekat dengan bumi. Yaitu pada 14 Juni dan 14 Juli. Pada dua tanggal tersebut, beradasarkan analisis astronomi, bakal terjadi kenaikan muka laut atau pasang. Ditambah sejumlah faktor lainnya, dapat memicu banjir rob di wilayah bibir laut.

Fenomena astronomi yang terjadi pada 14 Juni bernama Purnama Stroberi Super. Pada momen ini jarak antara bumi dan bulan adalah 357.367 km. sedangkan pada 14 Juli terjadi fenoemna Purnama Rusa Super di mana jarak bumi dan bulan 357.418 km.

Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang mengatakan jarak rata-rata bumi dengan bulan adalah 384.400 km. ’’Adanya konfigurasi matahari-bumi-bulan atau bisa juga matahari-bulan-bumi yang berada di posisi segaris, membuat timbunya pasang yang lebih besar,’’ katanya kemarin (12/6). Apalagi konfigurasi itu dipekruat dengan bulan yang berada di titik terdekat dengan bumi.

Dia mengatakan potensi pasang laut tertinggi akan terjadi pada 14 Juni dan 14 Juli. Sehingga disarankan bagi nelayan untuk tidak melaut dahulu pada dua hari sebelum dan dua hari sesudah fenomena tersebut. Yakni antara 12 sampai 16 Juni dan 12 sampai 16 Juli.

Andi menegaskan perhitungan itu hanya memperitmbangkan faktor astronomi saja. Tanpa melihat gelombang laut akibat badai angin. Andi menuturkan tingginya muka air laut atau pasang, memang bisa memicu banjir rob. Tetapi perlu didukung faktor lainnya. Seperti gelombang laut, angin, dan cuaca.

’’Secara astronomi memang potensi (banjir) rob semakin kuat. Ini hanya mempertimbangkan astronomis saja,'' katanya. belum faktor oseanografi maupun meterologi. Dia menegaskan kondisi gelombang laut khususnya di Laut Jawa, Laut Flores, dan Samudra Hindia juga memicu potensi rob semakin kuat.

Andi lantas menjelaskan, penamaan fenomena antariksa pada 14 Juni dan 14 Juli tersebut berasal dari almanac petani Amerika (The Farmer’s Almanac). Yaitu pada bulan Juni dilakukan panen stroberi. Jadi dinamakan Purnama Stroberi Super. Sementara pada bulan Juli rusa jantan muda mulai tumbuh tanduknya. Lalu jadi penamaan Purnama Rusa Super.

Selain itu Andi mengatakan pada 29 Juni posisi bulan juga cukup dekat, yaitu adanya fenomena bulan baru stroberi mikro. Pada fenomena ini, jarak bulan dengan bumi di angka 406.569 km. dia mengatakan ketiga fenomena astronomi ini bisa dikatakan langka. Terakhir kali terjadi pada 2004 dan 2013 lalu. Dan akan kembali terjadi pada 2031 dan 2040 mendatang.

Sementara itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan tentang adanya gelombang sangat tinggi yang terlihat di perairan selatan Jawa. Gelombang tinggi di beberapa perairan indonesia ini diperkirakan akan terus berlangsung pada periode 12 hingga 13 Juni 2022.

Berdasarkan peringatan dini yang dirilis BMKG kemarin, gelombang tinggi berkisar antara 2,50 hingga 4 meter bakal terjadi di perairan sekitar pulau Sumatera, mulai dari perairan utara Sabang, barat Aceh, Mentawai, Bengkulu, Lampung hingga Samudera Hindia. Sedangkan, untuk gelombang yang sangat tinggi di kisaran 4.0 - 6.0 meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah - Jatim. (wan/tau)

Editor : izak-Indra Zakaria