PT PAL Indonesia menyatakan telah berkontribusi dalam memperkuat alutsista TNI Angkatan Laut (AL) melalui dua kapal perang yang merupakan hasil produksi perusahaan BUMN tersebut, yakni KRI Raden Eddy Martadinata - 331 (KRI REM-331), dan KRI Banda Aceh-593.
"Kapal ini menjadi simbol nyata dari komitmen kita untuk menjaga keamanan serta memberikan kontribusi positif bagi perdamaian," kata dia. Dirinya menjelaskan, KRI REM-331 merupakan buatan PT PAL Indonesia yang dalam proses pembangunannya melibatkan transfer teknologi dari Damen Schelde Naval Shipbuilding, sebuah perusahaan galangan kapal asal Belanda.
Kapal perang jenis light fregat ini dirancang dengan teknologi modern dan memiliki kemampuan tempur yang mumpuni, karena dilengkapi dengan berbagai sistem senjata dan sensor canggih yang membuatnya menjadi salah satu kapal perang termodern di Asia Tenggara.
Sementara untuk KRI Banda Aceh–593 yang merupakan kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) merupakan hasil transfer of technology dengan kemitraan strategis dari Korea.
Kapal perang ini memiliki panjang 122 meter dan lebar 22 meter, dengan ciri khas kemampuan emberkasi muatan yang besar, seperti kemampuan mengangkut pasukan, kendaraan tempur, kendaraan lapis baja, serta kendaraan pendukung logistik.
KRI Banda Aceh-593 juga memiliki Landing Craft Vehicle Personnel (LCVP), Landing Craft Utility (LCU) yang mampu memuat 5 helikopter, dan kecepatan yang dapat mendukung olah gerak dengan lebih efisien. Selain itu, desain kapal yang baik dengan sertifikasi dari badan klasifikasi internasional turut menghasilkan stabilitas laju yang aman saat mengangkut muatan berat dalam berlayar.