Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

KKB Terlibat Bentrokan Pilkada di Mulia, Puncak Jaya, 12 Orang Tewas dan Ratusan Terluka

Indra Zakaria • 2025-04-06 09:40:00
Bentrokan antarpendukung pasangan calon Pilkada menyebabkan 12 orang tewas, ratusan lainnya luka-luka, dan menyebabkan kerusakan material yang cukup besar.
Bentrokan antarpendukung pasangan calon Pilkada menyebabkan 12 orang tewas, ratusan lainnya luka-luka, dan menyebabkan kerusakan material yang cukup besar.

Keadaan mencekam terjadi di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, akibat bentrokan antarpendukung pasangan calon kepala daerah dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang memakan korban jiwa dan harta benda. Bentrokan yang berlangsung sejak 27 November 2024 hingga 4 April 2025 ini menyebabkan sedikitnya 12 orang tewas, ratusan lainnya luka-luka, dan menyebabkan kerusakan material yang cukup besar.

Menurut keterangan resmi dari Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., bentrokan terjadi antara pendukung Paslon 01 dan Paslon 02. Dari hasil pendataan, terdapat 12 korban meninggal dunia, dengan 8 di antaranya berasal dari kubu Paslon 01.

“Korban meninggal dunia akibat bentrokan ini tercatat sebanyak 12 orang. Delapan di antaranya adalah pendukung Paslon 01,” ungkap Brigjen Faizal dalam konferensi pers.

Selain korban tewas, bentrokan ini juga menyebabkan ratusan orang terluka. Sebanyak 658 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan panah, dengan 423 orang berasal dari kubu Paslon 01 dan 230 orang dari kubu Paslon 02.

Puing bekas pembakaran dalam bentrok Pilkada di Puncak Mulia, Papua.
Puing bekas pembakaran dalam bentrok Pilkada di Puncak Mulia, Papua.

Kerugian material juga tercatat cukup signifikan. Sebanyak 201 bangunan terbakar, termasuk 196 unit rumah warga, satu sekolah dasar (SD Pruleme Belakang Toba Jaya), kantor balai kampung Trikora, kantor distrik Irimuli, kantor Partai Gelora, dan kantor balai desa Pagaleme.

Yang lebih memprihatinkan, sejumlah korban meninggal dunia dilaporkan terkena tembakan senjata api. Dugaan sementara, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau OPM terlibat dalam insiden ini dengan memanfaatkan situasi politik yang sedang memanas untuk melancarkan aksinya.

“Ini menjadi perhatian serius kami. KKB sengaja memanfaatkan ketegangan politik untuk menambah kekacauan,” kata Brigjen Faizal. Ia juga mengingatkan bahwa situasi ini membutuhkan perhatian khusus dari pihak keamanan untuk segera mengendalikan situasi yang semakin tidak terkendali.

Untuk mencegah eskalasi lebih lanjut, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2025, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban di tengah situasi politik yang panas ini.

“Kami mengajak seluruh warga Puncak Jaya untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban demi menciptakan lingkungan yang damai dan harmonis. Keamanan adalah tanggung jawab kita semua,” tegas Kombes Yusuf. (*)

 

Editor : Indra Zakaria
#puncak jaya #papua