Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Update Bencana Banjir dan Longsor Sumatera: BNPB Catat 1.200 Korban Meninggal Dunia

Redaksi Prokal • 2026-01-21 10:41:46
Ratusan rumah yang rusak dan porak poranda akibat di terjang banjir bandang susulan beberapa hari lalu yang terjadi di Nagari Batu Busuk, Padang, Jum
Ratusan rumah yang rusak dan porak poranda akibat di terjang banjir bandang susulan beberapa hari lalu yang terjadi di Nagari Batu Busuk, Padang, Jum

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru terkait dampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga Senin (20/1/2026), total korban meninggal dunia yang terverifikasi telah mencapai 1.200 jiwa.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa jumlah tersebut mengalami penambahan setelah adanya laporan terbaru mengenai satu korban meninggal dunia yang ditemukan di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.

Selain korban jiwa, tantangan besar masih dihadapi tim gabungan di lapangan karena tercatat sebanyak 143 orang masih dinyatakan hilang. Proses pencarian dan identifikasi terus dilakukan meski terkendala kondisi medan dan cuaca di beberapa titik lokasi bencana.

Pusdalops BNPB juga melaporkan bahwa hingga saat ini sebanyak 113.903 jiwa masih bertahan di lokasi pengungsian. Para pengungsi ini tersebar di berbagai posko darurat sejak bencana banjir dan longsor mulai melanda wilayah Sumatera pada akhir November tahun lalu.

Abdul Muhari menambahkan bahwa dinamika jumlah pengungsi di lapangan terus berubah. Perubahan ini dipengaruhi oleh progres pembersihan wilayah terdampak, pemulihan kawasan permukiman, serta mulai berjalannya pembangunan hunian sementara di sejumlah daerah.

Saat ini, BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, serta berbagai kementerian terkait terus mengoptimalkan penanganan darurat. Fokus utama pelayanan diarahkan untuk memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.

Pemerintah berupaya agar seluruh proses tanggap darurat dan pemulihan awal dilakukan secara terpadu. Hal ini bertujuan agar masa transisi menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi fisik bangunan serta fasilitas publik dapat berjalan lebih cepat dan terukur demi memulihkan kehidupan masyarakat terdampak.(*)

Editor : Indra Zakaria