Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Bripda DP Tewas Mengenaskan dengan Tubuh Memar dan Mulut Berdarah, Diduga Dianiaya Seniornya

Redaksi Prokal • 2026-02-23 01:16:32

ilustrasi pengeroyokan
ilustrasi pengeroyokan

MAKASSAR – Kabar duka sekaligus mengejutkan datang dari lingkungan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan. Seorang anggota polisi muda berpangkat Bripda dengan inisial DP dilaporkan meninggal dunia secara tragis di Asrama Polisi (Aspol) kompleks Polda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Minggu (22/2/2026).

Kematian Bripda DP memicu kecurigaan besar setelah pihak keluarga menemukan sejumlah tanda kekerasan pada fisik jenazah. Meski laporan awal menyebutkan korban jatuh sakit usai melaksanakan salat subuh dan sahur, temuan luka memar serta mulut yang berdarah saat korban tiba di RSUD Daya membuat pihak keluarga merasa ada yang tidak beres.

Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Zulham Effendi, menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat untuk mengusut tuntas insiden ini. Hingga saat ini, Bidang Propam telah memeriksa enam orang yang terdiri dari rekan seangkatan (lichting) maupun senior korban.

"Kami belum bisa pastikan apakah korban pengeroyokan atau bukan. Yang pasti, pemeriksaan terhadap enam orang termasuk rekan dan senior DP sudah dilakukan. Jumlah terperiksa kemungkinan akan bertambah," ujar Kombes Pol Zulham Effendi.

Untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah, jenazah Bripda DP telah dipindahkan dari RSUD Daya ke RS Bhayangkara guna menjalani visum luar dan dalam. Kombes Pol Zulham menekankan kepada tim dokter agar bekerja secara profesional dan transparan tanpa ada hal yang ditutup-tutupi. Jika pihak keluarga mengizinkan, proses autopsi akan segera dilakukan untuk melihat cedera internal yang mungkin menjadi penyebab kematian.

"Saya sudah sampaikan kepada Kabid Dokkes dan dokter yang memeriksa, silakan diperiksa dengan benar. Jangan ada yang ditutup-tutupi jika memang ditemukan kekerasan," tegas Zulham di hadapan awak media.

Kejadian ini terasa sangat memukul bagi keluarga korban, mengingat ayah almarhum, Aipda H. Jabir, juga merupakan seorang anggota polisi yang bertugas di Polres Pinrang. Saat ini, Aipda H. Jabir beserta istri masih menunggu proses pemeriksaan medis di RS Bhayangkara sebelum membawa jenazah putra mereka ke rumah duka di Kabupaten Pinrang untuk dimakamkan.

Polda Sulsel berkomitmen untuk menangani kasus ini secara profesional. Jika terbukti terjadi tindakan kekerasan atau penganiayaan oleh oknum senior, Bidang Propam memastikan akan menegakkan aturan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu demi menjaga integritas institusi Polri. (*)

Editor : Indra Zakaria