Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sering Muncul di Bawah Rumah Panggung, Warga Kampung Warna-Warni Janju Minta Evakuasi Buaya Besar

R
ilustrasi buaya
ilustrasi buaya

Advertisement

TANA PASER – Warga Kampung Warna-Warni (KWW) di Desa Janju, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, kini diselimuti rasa cemas. Seekor buaya berukuran besar dilaporkan semakin sering menampakkan diri di sekitar permukiman padat penduduk dan lokasi aktivitas harian masyarakat. Reptil raksasa tersebut sebenarnya sudah lama menghuni perairan sekitar, namun pertambahan ukuran tubuhnya yang kian masif kini mulai menebar ancaman nyata bagi keselamatan warga.

Kepala Desa Janju, Edy Karyadi, mengungkapkan bahwa pihak pemerintah desa telah menerima banyak aduan dari masyarakat yang resah. Buaya tersebut beberapa kali kepergok berada tepat di bawah rumah panggung warga dan kerap mendekati perahu-perahu yang sedang ditambatkan di tepi perairan.

Kondisi ini kian mengkhawatirkan karena sang predator hilir mudik saat anak-anak setempat sedang bermain di air. Jika dahulu satwa liar ini hanya terlihat dari kejauhan, sekarang buaya tersebut sudah berani mendekati warga, bahkan ikut mendekat saat anak-anak berenang di kala air pasang.

Advertisement

Meskipun ancaman keselamatan mengintai, warga Desa Janju berkomitmen penuh untuk tidak menyakiti apalagi membunuh reptil tersebut. Edy menjelaskan bahwa masyarakat setempat memegang teguh adat dan tradisi turun-temurun yang melarang keras pembunuhan terhadap buaya. Oleh karena itu, satu-satunya solusi yang diharapkan warga adalah tindakan evakuasi resmi dan pemindahan tempat tinggal sang buaya oleh instansi yang berwenang.

Pihak Pemerintah Desa Janju sendiri bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk menangani masalah ini. Namun, berdasarkan hasil komunikasi awal, penanganan satwa di area tersebut berada di bawah kewenangan instansi yang membidangi sektor kelautan dan perikanan.

Beruntung, hingga saat ini belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa atau serangan fisik dari buaya tersebut. Kendati demikian, pemerintah desa berharap langkah penanganan konkret dapat segera diambil sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga aktivitas warga bisa kembali berjalan aman sekaligus kelestarian satwa liar tetap terjaga.

Advertisement

Merespons situasi ini, Kapolsek Tanah Grogot, IPTU Suparman, langsung mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar mempertebal kewaspadaan saat beraktivitas di perairan sekitar Kampung Warna-Warni. Mengingat ukuran buaya yang sudah sangat besar, kelengahan sedikit saja saat berada di dekat air bisa berakibat fatal. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bermain Air di Pantai Perusda Bunyu, Bocah Enam Tahun Meninggal Dunia Diserang Buaya

Bermain Air di Pantai Perusda Bunyu, Bocah Enam Tahun Meninggal Dunia Diserang Buaya

Bermain Air di Pantai Perusda Bunyu, Bocah Enam Tahun Meninggal Dunia Diserang Buaya

Bu Haji di Paser Diterkam Hewan Misterius Saat Mandi, Paha Robek 12 Jahitan

Bu Haji di Paser Diterkam Hewan Misterius Saat Mandi, Paha Robek 12 Jahitan

Petang Mencekam di Sungai Khotib: IRT di Paser Diterkam Hewan Misterius Saat Mandi, Paha Robek 12 Jahitan! PASER — Aktivitas mandi sore di S

Bantu Ambil Kepiting di Pintu Tambak, Pria 46 Tahun di Tana Tidung Tewas Dilumat Buaya

Bantu Ambil Kepiting di Pintu Tambak, Pria 46 Tahun di Tana Tidung Tewas Dilumat Buaya

Bantu Ambil Kepiting di Pintu Tambak, Pria 46 Tahun di Tana Tidung Tewas Dilumat Buaya

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer