Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pemkab Komitmen Turunkan Angka Stunting

uki-Berau Post • 2023-04-06 08:21:00
Sri Juniarsih
Sri Juniarsih

TANJUNG REDEB - Bupati Berau Sri Juniarsih turut menyimpan perhatian khusus terhadap angka stunting di Kabupaten Berau.

Pemerintah Kabupaten Berau ditekankannya memiliki komitmen kuat untuk mencegah dan menurunkan kasus stunting yang ada, ditandai dengan terbitnya Keputusan Bupati Berau Nomor 119 Tahun 2022 dan penetapan kelurahan dan kampung lokus stunting. Secara spesifik, jika diamati dari program Bangga Kencana Tahun 2022 Kabupaten Berau telah menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan.

“Dimana hasil Long Form SP 2022, Kabupaten Berau menunjukkan angka TFR 2,28 dan ASFR 15-19 tahun sebesar 37,” ujar Juniarsih.

Kendati demikian, tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama adalah dengan menurunkan angka kebutuhan pelayanan KB yang tidak terpenuhi, salah satunya dengan memperbanyak gebyar, serta memanfaatkan momentum pelayanan KB yang melibatkan berbagai sektor dan mitra terkait. Tantangan bonus demografi di masa depan, tentunya perlu disikapi sejak sekarang melalui peningkatan status gizi anak, ibu, dan remaja.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, Kabupaten Berau adalah wilayah yang sangat kaya akan hasil perairan dan perkebunan, yang tentu saja kita harapkan akan sejalan dengan realitas peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Di samping itu, peran remaja sebagai generasi penerus juga sangat dinantikan untuk dapat menjadi agen perubahan, yang kemudian melahirkan generasi-generasi baru yang sehat dan kuat. Remaja diakuinya menjadi kelompok usia yang paling rentan dalam kasus kekurangan gizi, bahkan kematian ibu dan bayi.

“Mirisnya, tren data pernikahan dan kehamilan remaja di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya,” katanya.

Padahal ada begitu banyak dampak yang ditimbulkan dari pernikahan usia dini terhadap kesehatan fisik, antara lain meningkatkan risiko yang lebih besar pada kasus kanker serviks, infeksi menular seksual, risiko komplikasi kehamilan, bahkan risiko kematian saat persalinan.

Adapun faktor utama penyebab dari semua dampak ini, adalah ketidaksiapan organ reproduksi remaja perempuan atau anak perempuan di bawah umur ketika mengalami kehamilan.

“Sedangkan dari sisi psikologis, pernikahan usia dini dapat berdampak pada kesejahteraan hidup yang lebih rendah, berisiko tinggi mengalami KDRT, depresi, kecemasan, bahkan berisiko tinggi memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup dengan bunuh diri,” bebernya.

Kendati demikian, pendidikan dan pengetahuan perlu ditanamkan kepada kelompok remaja. Sosialisasi dan penyadaran juga harus terus dilakukan, agar kasus pernikahan usia dini sebagai muasal dari kasus stunting dapat diminimalisir. Kondisi psikis remaja sebut bupati, masih sangat labil di usianya yang mengalami transisi dari masa anak-anak menuju dewasa.

“Sehingganya, diperlukan pendekatan yang tepat dan cara-cara yang lebih kreatif. Salah satu metode pendekatan yang cukup efektif adalah terbentuknya Komunitas GenRe atau Generasi Berencana, termasuk juga yang ada di Kabupaten Berau di bawah binaan DPPKBP3A Kabupaten Berau,” ungkapnya.

Dalam Komunitas GenRe, para remaja dapat belajar bersama tentang perilaku hidup sehat, pencegahan risiko Triad KKR (seksualitas, HIV/Aids, dan napza), pendewasaan usia perkawinan, bercita-cita mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera, dan menjadi Duta Generasi Berencana, yaitu menjadi contoh sekaligus sumber informasi bagi teman sebayanya.

“Dalam Komunitas GenRe, para remaja juga diajak untuk bertumbuh dan menginspirasi untuk bersama-sama menuju generasi emas dengan program keluarga berencana, yaitu perencanaan kehidupan berkeluarga dan pelaksanaan 8 fungsi keluarga,” terangnya.

Kemudian, ada program remaja berketahanan, yaitu mampu melewati 5 transisi kehidupan remaja. Dan yang terakhir, program remaja berkarakter, yaitu mampu mengembangkan diri, memiliki nilai-nilai revolusi mental, dan memberi kontribusi dalam pemanfaatan bonus demografi.

Untuk itu, Dia berpesan kepada para remaja, terutama yang tergabung dalam Komunitas GenRe Kabupaten Berau dan komunitas pemberdayaan remaja lainnya, agar terus bersemangat dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan pencerdasan kepada remaja Kabupaten Berau.

“Saya berharap anak-anakku sekalian dapat terus berperan aktif dalam langkah mewujudkan generasi muda yang cerdas dan berakhlak. Jadilah generasi penerus yang berkualitas, karena masa depan daerah dan bangsa ini ada di tangan kalian,” tuturnya. (mar/adv/sam)

Editor : uki-Berau Post
#Advertorial