PENAJAM- Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengambil langkah serius dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok dengan menggelar rapat pengendalian inflasi daerah. Acara ini dilangsungkan di aula lantai III Kantor Bupati PPU pada Jumat (2/02/2024), dengan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, mulai dari Sekretaris Daerah, para Asisten, hingga perwakilan Bank Indonesia, Bankaltimtara, dan BPS PPU.
Dalam pembukaan acara, Penjabat (Pj) Bupati PPU, Makmur Marbun, menyampaikan bahwa pada bulan Januari 2024, tercatat inflasi year-on-year sebesar 3,10 persen dengan kontribusi utama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Beberapa komoditas seperti tomat, daging ayam, bawang merah, pisang, dan bawang putih menjadi penyumbang utama inflasi.
"Kami perlu memperbaiki distribusi komoditas strategis, seperti memberikan subsidi harga dan ongkos angkut terhadap bahan pokok yang mengalami gejolak harga di Kabupaten PPU," ungkapnya.
Marbun menegaskan bahwa dalam upaya pengendalian inflasi daerah, Pemkab PPU akan melibatkan seluruh OPD terkait, camat, perangkat desa/kelurahan, hingga tingkat rukun tetangga (RT). Dia juga menyampaikan rencananya untuk menerbitkan Peraturan Bupati yang melarang ekspor gabah dari PPU, sehingga produksi pangan dapat terjaga di dalam daerah.
"Kami berharap melalui kerja sama semua pihak, tingkat inflasi dapat ditekan. Kita tidak ingin inflasi di PPU meningkat, terutama seiring dengan relokasi ibu kota negara ke Kabupaten PPU," tandasnya.
Rapat pengendalian inflasi ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab PPU dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi. Dengan sinergi antara pemerintah dan stakeholder terkait, diharapkan harga bahan pokok dapat tetap terjangkau bagi masyarakat. (nm/pro/adv)