Kondisi Internasional yang Lagi Bergejolak, yang Pijit Kepala Penjual Sayur di Penajam, Kok Bisa

PROKAL.CO, PENAJAM- Kenaikan harga plastik kemasan menjadi sorotan pedagang di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Meski bukan tergolong bahan pokok penting (Bapokting), kenaikan material ini menggerus pendapatan harian pedagang.
Dari pantauan Kaltim Post, kenaikan harga terjadi untuk berbagai ukuran plastik. Jainal, kasir Al Hasan Sayur di Jalan Propinsi Kilometer 4, Nenang, merincikan kenaikan harga partai plastik mulai dari ukuran kecil (15) yang biasa memuat beban sekitar 1 kilogram, hingga ukuran besar (40) yang mampu menampung beban hingga 25 kilogram.
"Naiknya harga plastik terjadi cukup drastis dalam waktu singkat," kata Jainal, Jumat (24/4/2026).
Dirinya mencontohkan, untuk plastik ukuran 15, sebelumnya Rp 13.000 per pak, kini melonjak menjadi Rp 18.000 per pak. Sedangkan plastik ukuran 40 yang sebelumnya dibanderol Rp 25.000 per pak, saat ini sudah menyentuh harga Rp 30.000 per pak.
"Harga juga sangat bergantung pada merek plastik yang dipilih oleh pembeli. Satu ikat plastik biasanya berisi lima hingga 10 pak, bergantung jenis ukurannya," jelasnya.
Kenaikan harga plastik ini tentu menjadi beban tambahan bagi para pedagang sayur, lantaran penggunaannya sangat krusial dalam transaksi harian. Ia mengaku, berada dalam posisi sulit.
Di satu sisi, biaya operasional meningkat akibat mahalnya plastik, di sisi lain, mereka tidak bisa serta-merta menaikkan harga timbangan bapokting kepada konsumen.
"Ya pasti ada pengaruhnya, Mas. Hitungannya menggerus pendapatan karena (plastik) jadi lebih mahal," ujarnya.
Kondisi ini memaksa pedagang untuk bertahan dengan margin keuntungan yang semakin mengecil demi menjaga loyalitas pelanggan. Mereka berharap harga barang-barang penunjang seperti plastik dapat kembali stabil agar beban usaha mereka tidak semakin berat.
Terpisah, kepala BPS Kabupaten PPU, Suko Haryono, melalui staf tim statistik harga BPS PPU, Faliq Ridho, membenarkan kenaikan harga pada plastik pengemas yang mulai dirasakan sejak periode April 2026.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




