Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waduh, Warga Wajib Waspada, BPBD PPU Deteksi Buaya Masuk Jalur Drainase Tunan dan Waru, Juga Masuk Area Perkebunan

R
INGATKAN: Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU, Nurlaila. AHMAD MAKI/KALTIM POST
INGATKAN: Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU, Nurlaila. AHMAD MAKI/KALTIM POST

Advertisement

PROKAL.CO, PENAJAM- Kehadiran buaya di saluran drainase Sungai Tunan serta Waru memantik perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Nurlaila, mengatakan perubahan arus air akibat pasang surut di daerah aliran sungai (DAS) tersebut dilaporkan memicu migrasi satwa liar, terutama predator berdarah dingin, yang kini mulai merambah ke saluran drainase primer.

Advertisement

"Predator tersebut telah terdeteksi di area perkebunan sawit milik warga. Meski belum masuk ke jantung permukiman padat penduduk, tentu ini menjadi alarm bahaya bagi keselamatan masyarakat setempat," kata Nurlaila.

Kondisi ini kian mengkhawatirkan, sebab, sebelumnya terdapat laporan kasus serangan buaya di wilayah Sepaku.

Advertisement

"Saat ini, satwa-satwa tersebut diketahui mulai berkembang biak di sepanjang saluran drainase primer," ujar Nurlaila.

Terkait langkah penanganan, Nurlaila mengakui pihaknya menghadapi dilema regulasi. Sebagai satwa yang dilindungi undang-undang, penanganan buaya tidak dapat dilakukan secara sembarangan oleh otoritas daerah. BPBD PPU pun kini tengah melakukan koordinasi intensif dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) selaku pihak yang berwenang.

"Kami tidak bisa sembarangan melakukan penindakan karena satwa ini berada di bawah perlindungan BKSDA," jelasnya.

Apalagi, lanjut Nurlaila, secara geografis, wilayah PPU memiliki risiko tinggi konflik antara manusia dan satwa. Hampir seluruh wilayah sungai kecil yang saling terhubung. Mulai dari Sepaku, Babulu, Waru, Tunan, hingga Sungai Sesumpu, berpotensi besar menjadi habitat alami buaya.

Ia mengimbau, agar warga meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang beraktivitas di bantaran sungai serta area perkebunan yang bersinggungan dengan DAS.

"Kita tidak bisa sepenuhnya mengendalikan satwa liar di habitat alaminya. Oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat adalah kunci utama untuk menghindari jatuhnya korban jiwa," katanya. (ami/far)

Advertisement
Editor : Faroq Zamzami
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bermain Air di Pantai Perusda Bunyu, Bocah Enam Tahun Meninggal Dunia Diserang Buaya

Bermain Air di Pantai Perusda Bunyu, Bocah Enam Tahun Meninggal Dunia Diserang Buaya

Bermain Air di Pantai Perusda Bunyu, Bocah Enam Tahun Meninggal Dunia Diserang Buaya

Bu Haji di Paser Diterkam Hewan Misterius Saat Mandi, Paha Robek 12 Jahitan

Bu Haji di Paser Diterkam Hewan Misterius Saat Mandi, Paha Robek 12 Jahitan

Petang Mencekam di Sungai Khotib: IRT di Paser Diterkam Hewan Misterius Saat Mandi, Paha Robek 12 Jahitan! PASER — Aktivitas mandi sore di S

Bantu Ambil Kepiting di Pintu Tambak, Pria 46 Tahun di Tana Tidung Tewas Dilumat Buaya

Bantu Ambil Kepiting di Pintu Tambak, Pria 46 Tahun di Tana Tidung Tewas Dilumat Buaya

Bantu Ambil Kepiting di Pintu Tambak, Pria 46 Tahun di Tana Tidung Tewas Dilumat Buaya

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer