PROKAL.CO, PENAJAM-Lampu warna-warni berpadu dengan gemulai gerak para penari menjadi sajian epik di atas panggung di Alun-Alun Penyembolum, Penajam, Sabtu (14/2/2026), pukul 20.00Wita.
Ratusan pasang mata tertuju pada satu titik aksi para penari yang didominasi bocah-bocah cilik hingga remaja tanggung.
Mengenakan kostum aneka warna, para penari lincah membawakan beragam gerak yang serasi.
Suara riuh dari baris penonton tepat di depan panggung menambah semarak suasana.
Baca Juga: Malam Minggu ke Sini Saja, Ada Aksi Para Penari dari Sanggar Seni Borneo Benua Taka
Para penonton yang dominan ibu-ibu itu memberikan semangat kepada para penampil dengan teriakan-teriakan dukungan di tiap sela musik berhenti.
Ya, para penari di atas panggung malam itu mendapat dukungan penuh dari orang tua mereka, terutama emak-emak.
Saat itu para penari sedang menampilkan Tari Babada.
Disajikan oleh 50-an penari dengan dominan perempuan, hanya beberapa lelaki. Dan mayoritas bocah-bocah usia sekolah.
Para penari ini adalah murid dari Sanggar Seni Borneo Benua Taka (BBT) Penajam Paser Utara (PPU).
Aksi mereka malam itu dalam agenda Pentas Seni-nya BBT dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun kelima sanggar tari ini.
Pada malam apresiasi seni itu juga digelar pembagian rapor kepada para penari hasil dari evaluasi belajar mereka selama tiga bulan.
Baca Juga: Murid-Murid TC Sempoa SIP Penajam Torehkan Prestasi di Ajang Kualifikasi Bobnas Se-Kaltim dan Kaltara
Sanggar Seni BBT punya 287 penari. Malam itu tak hanya Tari Babada oleh 50-an penari yang menjadi sajian.
Ada aksi penari yang membawakan Tari Bero’a, Tari Ronggeng Kreasi, Tari Borneous, Tari Dayang Luing, dan Tari Bejepenan.
Juga aksi dari para penari yang membawakan Tari Pedalaman Kreasi dan Tari Nusantara.
Pagelaran ditutup dengan meriah lewat aksi Flasmoob BBT Fams yang menyuguhkan aksi kolaborasi dari para penari dan ibu mereka.
Ary Febrian Masis, pendiri Yayasan dan Sanggar Seni BBT, mengatakan sanggar seni yang dia dirikan bersama Muhammad Nabil, ini diharapkan menjadi tempat generasi muda daerah berproses dalam mencintai seni dan budaya.
“BBT ini adalah wadah bagi anak-anak PPU untuk melestarikan seni dan budaya daerah,” katanya.
Sanggar Seni BBT akan terus berkiprah menyemarakkan khazanah seni dan budaya daerah.
Mereka akan terus rutin menyajikan pertunjukan untuk semakin mengapungkan kesenian daerah ke permukaan.
Baca Juga: Kepada Pengembang di Penajam Paser Utara, Bangun Rumah Kategori Ini Bakal Dapat Kemudahan Izin
Seperti tahun lalu, kata Ary, Sanggar Seni BBT membawakan Pertunjukan Sang Askarya yang merupakan kolaborasi aneka tarian dari sejumlah daerah yang digabung menjadi satu. Juga tersaji di Alun-Alun Penyembolum Penajam.
Ajang ini, saat itu mendapat sambutan hangat dari Anggota DPR RI, Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Timur (Kaltim), Hetifah Sjaifudian, yang ikut menyaksikan.
Sementara itu, Musa, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Adat Paser (LAP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), saat memberi sambutan mengakui anak-anak PPU kini semakin diperhitungkan dalam seni dan budaya.
“Saya pernah bawa anak-anak kita penari untuk beraksi di sebuah ajang di Samarinda dan kami pulang bawa penghargaan,” katanya.
Event ini juga dihadiri Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU Rusli. Rusli memberikan apresiasi kepada para generasi muda khususnya anak-anak yang sudah terlibat dalam pelestarian seni budaya daerah.
Kata dia, PPU sudah dikenal sebagai wadahnya para penari berprestasi. Tiap ada aja di level provinsi, para penari PPU sering berprestasi.
“Saya harap Sanggar Seni BBT ini bisa semakin berkembang,” katanya.
Pada kesempatan itu, dia juga menyampaikan Pemkab PPU berencana mengadakan soundsystem permanen di alun-alun.
Baca Juga: Terkendala Anggaran Rp30 Miliar, Pengadaan Alat Pemadam Gedung Tinggi Balikpapan Tertunda
Pengadaannya direncanakan tahun ini. “Biar kalau ada acara pertunjukan tidak bongkar pasang lagi,” katanya, disambut tepuk tangan warga. (far2)