Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

KPU Umumkan Prabowo-Gibran Menang Pilpres 2024 Sekali Putaran

Dimas Ryandi • 2024-03-21 00:31:16
Ketua KPU Hasyim Asy
Ketua KPU Hasyim Asy

 

Pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka resmi ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2024 berdasarkan hasil rekapitulasi suara 38 provinsi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rabu (20/3).

Berdasarkan data yang dihimpun, total suara sah pilpres untuk 38 provinsi dan pemilu luar negeri sebanyak 164.227.475. Suara Prabowo-Gibran pada pilpres 2024, yakni 96.214.691 atau 58,90 persen.

Lalu, suara pasangan nomor urut satu Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar yaitu 40.971.906 atau 24,94 persen, dan yang terakhir, pasangan nomor urut tiga Ganjar Pranowo - Mahfud MD yang mengantongi 27.040.878. suara atau 16.46 persen.

Prabowo-Gibran menang di 36 dari 38 provinsi di Indonesia. Mereka juga unggul dalam pemungutan suara di luar negeri. Dua provinsi lainnya dimenangkan oleh Anies-Muhaimin. Sementara itu, Ganjar-Mahfud tak menang di provinsi mana pun.

MASSA TAK BUBAR

 Polisi memukul mundur massa aksi yang melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung KPU RI hinggal Rabu (20/3) malam hari. Hal itu usai KPU RI resmi mengumumkan bahwa pemenang Pilpres 2024 adalah pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. 

Suasana demonstrasi massa di depan kantor KPU RI usai pengumuman pemenang Pemilu 2024, Rabu (20/3). (Tazkia Royyan/JawaPos.com)
Suasana demonstrasi massa di depan kantor KPU RI usai pengumuman pemenang Pemilu 2024, Rabu (20/3). (Tazkia Royyan/JawaPos.com)

 

Pantauan JawaPos.com di lokasi, sekitar pukul 22.40 WIB, polisi mula mengerahkan anggotanya ke arah massa yang berkumpul. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro di atas mobil memberi komando.
 
"Silakan membubarkan diri. Kami sudah memberi ruang. Jika masih ingin melakukan aksi, masih ada hari besok," ujarnya, Rabu (20/3).
 
Tak terima dibubarkan paksa, beberapa massa aksi yang masih bertahan dan didominasi ibu-ibu melawan balik dengan berteriak bahwa pihaknya tak terima dengan keputusan KPU RI yang penuh dengan kecurangan.
 
"Tidak ada hari esok! Pemilu curang memalukan," teriak salah seorang ibu saat berhadap-hadapan dengan polisi.
 
Kemudian massa aksi yang dibubarkan itu terus meneriakkan "Pemilu curang" bersama-sama. Namun begitu, tak ada perlawanan berarti dari massa aksi yang hanya tinggal segelintir itu.
 
Ratusan polisi yang membuat barikade akhirnya berhasil memukul mundur massa aksi untuk pulang dan meninggalkan Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.  (*)
Editor : Indra Zakaria
#Pemilu 2024