PENAJAM-Munculnya nama baru bakal calon bupati Penajam Paser Utara (PPU) periode 2024-2019, Mudiyat Noor, bisa jadi tantangan bagi Andi Harahap, calon bupati PPU dari Partai Golkar pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) PPU 2024.
“Dengan kematangan politik dan kekuatan jaringan dan logistik, Mudiyat Noor tak bisa dianggap remeh. Munculnya Mudiyat Noor bisa jadi ancaman bagi Andi Harahap,” kata Direktur Lembaga Survei dan Konsultan Politik Brand Politika Jakarta, Eko Satiya Husada, Minggu (21/4).
“Apalagi, Mudiyat Noor membawa program yang sangat diinginkan masyarakat PPU, yaitu iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan seragam sekolah gratis,” tambahnya.
Temuan survei yang dilaksanakan Brand Politika di PPU pada Januari 2023 lalu menyebutkan, program iuran BPJS dan seragam sekolah gratis merupakan program yang sangat disukai pada kepemimpinan Abdul Gafur Mas’ud (AGM), bupati PPU kala itu. Sebesar 41,6 persen responden mengaku sangat merasakan manfaat dari program iuran BPJS gratis. Sementara 23,6 persen responden mengaku, program baju seragam gratis sangat bermanfaat, sehingga mereka sangat menginginkan program ini kembali dilanjutkan, setelah dihentikan pada masa kepemimpinan Hamdam Pongrewa, bupati PPU masa sisa masa jabatan 2018-2023 setelah AGM tersangkut kasus tindak pidana korupsi pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) medio Januari 2022.
“Mudiyat Noor memilih program yang tepat untuk PPU, yakni melanjutkan apa yang pernah diwujudkan di masa kepemimpinan AGM. Kedua program ini sangat diinginkan masyarakat PPU,” ujar Eko.
Demikian juga dengan program pembangunan infrastruktur yang dibawa Mudiyat Noor. Sebesar 70,2 persen responden menyebutkan, bahwa pembangunan infrastruktur khususnya jalan, harus menjadi prioritas pemerintah daerah. “Program yang tepat, kekuatan politik dan jaringan serta amunisi yang besar, menjadi modal untuk Mudiyat bisa memenangkan Pilkada PPU,” tegas Eko.
Mudiyat Noor merupakan putra Kaltim, pengusaha, dan memiliki banyak pengalaman di organisasi politik, kepemudaan dan olahraga. Ia pernah jadi pengurus pada Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan kini menjabat ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kaltim.
Sesuai temuan survei Januari 2023, jelas Eko, Andi Harahap memang sebagai tokoh dengan elektabilitas tertinggi, yakni sebesar 41,2 persen. Mantan bupati PPU 2008-2013, itu mendapatkan elektabilitas tertinggi, karena memang belum ada tokoh yang kuat lainnya di PPU. “Ketika kami survei Januari lalu, nama Mudiyat Noor belum muncul. Kami belum ukur. Dengan telah melakukan banyak aktivitas di PPU, Mudiyat sudah dikenal di PPU. Mudiyat bisa menjadi ancaman bagi Andi Harahap,” katanya. (far/k15)
ARI ARIEF
ari.arief@kaltimpost.co.id
Editor : Indra Zakaria