Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Edi Kamtono Dinilai Masih Cukup Kuat, Pilwako Pontianak Potensi Calon Tunggal

Syahriani Siregar • Selasa, 11 Juni 2024 - 15:45 WIB
Edi Rusdi Kamtono
Edi Rusdi Kamtono

Pertarungan para tokoh Pontianak yang bakal maju dalam bursa pemilihan wali kota sejauh ini terlihat masih adem ayem. Tampaknya Edi Rusdi Kamtono, Wali Kota Pontianak periode 2018-2023 masih terlalu kuat untuk ditandingi.

Sejauh ini belum ada tokoh yang betul-betul nekad untuk maju menjadi lawan petahana Edi Rusdi Kamtono. Memang betul, beberapa nama muncul dalam pembukaan pendaftaran calon kepala daerah ke partai politik, baik yang maju sebagai wali kota dan wakil wali kota.

Namun sepertinya pendaftaran yang dilakukan itu hanya untuk mendulang nama agar pamornya naik. Muaranya, Edi Rusdi Kamtono bisa menarik satu nama untuk menjadi pendampingnya. Melihat kondisinya sekarang, apalagi jika Edi telah mengumumkan pasangannya untuk maju di Pilwako Pontianak, bisa-bisa di Pilwako tahun ini Edi Rusdi Kamtono melawan kotak kosong.

Beberapa nama besar berpotensi mendampingi Edi Rusdi Kamtono dalam Pilwako ini. Bahasan Wakil Wali Kota pendamping Edi di periode 2018-2023 mungkin bisa menjadi pilihan Edi kembali.

Selain itu ada nama Mulyadi mantan Sekda Kota Pontianak yang baru purna tugas beberapa bulan lalu. Sisanya ada nama Bebby Nailufa, Ketua Golkar Kota Pontianak. Nama-nama lain juga tak menutup kemungkinan akan dipinang Edi.

Ketika ditanya wakil pendamping Edi Rusdi Kamtono maju di Pilwako tahun ini, sejauh ini masih dalam proses penyaringan. “Kita tunggu hasil survey wakil yang saya lakukan menggunakan lembaga survey nasional. Pastinya itu akan jadi rujukan,” ujar Edi, belum lama ini. 

Soal wakil memang ia agak tertutup. Menjaga betul rapat-rapat pendampingnya kelak. Stategi politik Edi memang demikian. Ia lebih menjaga hubungan baik pada semua calon yang bakal berkontestasi di Pilwako tahun ini. Namun keperkasaan Edi di Pilwako tahun ini bukan berarti Edi tak bisa dikalahakan.

Sebab dalam pemerintahan kala memimpin Kota Pontianak juga tak cacat dari berbagai macam persoalan. Jika calon lawan melihat kekurangan-kekurangan ini bukan tak menutup kemungkinan, petahana Kota Pontianak dengan slogan arsitek bangun kota itu tumbang.

“Pilwako Kota Pontianak ini tampak masih adem ayem. Belum ada sosok yang tampak benar-benar mau berkontestasi di Pilwako untuk melawan Pak Edi. Kalau yang jadi wakilnya memang banyak,” ujar salah satu warga Pontianak. Tak seperti di beberapa kabupaten di Kalbar. Persaingan untuk menjadi orang nomor satu di Pemerintah Daerahnya begitu kencang. Namun khusus Pontianak ini masih adem ayem.

Sebetulnya jika para calon menjual visi misi yang jelas, untuk memajukan Kota Pontianak mungkin saja masyarakat akan ingin mengenal lebih dekat para calon-calonnya. Sejauh ini para calon tidak ada yang melakukan hal itu. Memang diakuinya terdapat foto-foto para calon kepala daerah Kota Pontianak berkeinginan maju dalam kontestasi ini.

Namun dalam perkenalan si tokoh itu tak banyak menampilkan visi misi lengkap untuk memajukan Kota Pontianak ketika ia betul terpilih sebagai kepala daerah. Persoalan Kota inikan kompleks. Masyarakat tak butuh jika para calon cuma menang tenar.

Masyarakat itu butuh seberapa besar hadirnya pemimpin baru Kota Pontianak memberikan banyak manfaat bagi masyarakatnya. Setiap ada persoalan pemimpin daerah bisa memberikan solusinya. 

“Paling penting bagi kepala daerah yang maju ini. Tampilkan dan paparkan visi misi lengkapnya kepada masyarakat. Sehingga bisa menjadi pertimbangan kami untuk memilihnya,” tukasnya. (iza)

 

 
 
 
 
 
Editor : Indra Zakaria