ADIK-KAKAK: Frederick Edwin (baju putih, kiri) sama- sama bersaing dengan kakaknya, Alexander Edmond, (kanan, belakang) pada Pilkada Kubar. (IST)
Tahapan Pilkada Serentak 2024 telah dimulai. Pendaftaran di KPU Kubar ditutup dengan mencatat 3 paslon resmi mendaftar Pilkada Kutai Barat. Tiga paslon bakal calon kepala daerah Kubar itu adalah pasangan Sahadi dan Alexander Edmond (DIAMOND), Frederick Edwin dan Nanang Adriani (FENA), serta Achmad Syaiful dan Jainuddin (AHJI).
Saat ini, para pasangan calon tengah mengikuti tahapan selanjutnya, pemeriksaan kesehatan di RSUD AW Sjahranie Samarinda. Dua dari tiga paslon tersebut cukup menyita perhatian publik. Pasalnya, bakal calon bupati dari pasangan FENA dengan calon wakil bupati DIAMOND memiliki hubungan darah.
Calon bupati Frederick Edwin merupakan adik dari calon wakil bupati Alexander Edmond. Keduanya adalah putra kandung mantan bupati Kubar dua periode Ismael Thomas.
Kedua kakak beradik ini menjadi peserta Pilkada Kutai Barat 2024 dengan menggunakan "perahu" partai politik berbeda. Putra bungsu Ismael Thomas, Frederick Edwin, yang berlatar belakang pengusaha, lebih dulu mendeklarasikan dirinya sebagai bakal calon bupati di Pilkada Kubar 2024.
Frederick dan pasangannya didukung 11 partai dengan total 17 kursi. Yaitu PDIP, Gerindra, Nasdem, Demokrat, PKB, PKS, dan PAN. Pasangan yang mendaftar Rabu (28/8) juga didukung parpol non-kursi di DPRD Kubar yakni PBB, Gelora, PSI, dan PPP dengan total suara sah 69.000.
Aroma rivalitas dua bersaudara ini muncul ketika sang kakak, Alexander Edmond, menyatakan maju pada kontestasi Pilkada Kubar. Pengusaha ini maju sebagai bakal calon wakil bupati mendampingi Sahadi dengan dukungan 3 parpol, Hanura dan Perindo dengan total 3 kursi, serta parpol non-kursi di DPRD Kubar, PKN. Pasangan DIAMOND mendaftar ke KPU Kubar di hari pertama pendaftaran peserta Pilkada Kubar dibuka, Selasa, 27 Agustus 2024.
Dikonfirmasi terkait persaudaraannya dengan bakal calon wakil bupati Alexander Edmond, Frederick Edwin menyatakan tidak mempersoalkan rivalitas dalam hubungan adik kakak.
"Ini bukan memilih Edwin atau Edmond tapi Ini memilih pemimpin Kubar," katanya kepada Kaltimpost.ID, Sabtu (31/8/2024). Ia mengatakan bahwa semua orang layak maju di kontestasi politik Kubar, tidak terkecuali kakak kandungnya.
Sedangkan Alexander Edmond, saat ditemui terpisah mengaku tidak masalah jika harus berlawanan dengan sang adik. "Kami sebagai warga negara yang punya hak memilih dan hak dipilih. Sehingga tidak masalah jika mencalonkan diri," ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Momon ini menyerahkan pilihan kepada masyarakat. Menurutnya, nantinya yang menentukan pilihan adalah warga.
Sementara itu, Ketua KPU Kubar Rintar Pasaribu, menyatakan tidak ada larangan jika terdapat dua bersaudara menjadi bakal calon bupati dan wakil bupati dalam suatu pilkada. "Itu boleh saja," katanya singkat.
Rintar mengakui, ini menjadi sejarah khusus untuk Kubar, baru kali ini ada dua bersaudara yang mencalonkan diri sebagai peserta pilkada. (*/ard)