PROKAL.CO, BALIKPAPAN- Peta kekuatan politik di internal DPD Partai Golkar Balikpapan mulai mengerucut menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI. Aroma keberlanjutan kepemimpinan terasa kental setelah mayoritas pemilik suara dalam forum pleno diperluas secara terang-terangan memberikan sinyal dukungan agar Rahmad Mas’ud kembali menakhodai partai berlambang beringin tersebut.
Capaian historis menjadi alasan utama di balik solidnya dukungan ini. Di bawah kendali Rahmad Mas’ud, Golkar Balikpapan berhasil mencatatkan rekor gemilang dengan mengamankan 16 kursi legislatif—perolehan tertinggi dalam sejarah partai di tingkat kota. Prestasi elektoral ini membuat banyak kader merasa sosok petahana masih menjadi "penjaga gawang" terbaik untuk mempertahankan dominasi Golkar di masa depan.
Ketua Steering Committee (SC) Musda XI, Andi Arif Agung, mengonfirmasi bahwa dinamika internal memang menunjukkan keinginan kuat dari para pemilik suara agar kepemimpinan saat ini berlanjut. “Hampir seluruh pemilik suara meminta beliau tetap memimpin. Istilahnya, masih dipercaya menjaga gawang kemenangan Golkar ke depan,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa panitia tetap menjalankan prosedur organisasi secara profesional dan terbuka bagi kader terbaik lainnya yang ingin berkompetisi.
Panitia memastikan bahwa ruang pendaftaran tetap dibuka lebar bagi siapa pun yang memenuhi syarat anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai. Hal ini dilakukan untuk menjaga marwah demokrasi di tubuh partai, sekaligus memastikan bahwa proses suksesi kepemimpinan berjalan sesuai koridor hukum organisasi yang berlaku.
Terkait potensi munculnya calon tunggal atau aklamasi, pihak penyelenggara menyerahkan sepenuhnya pada hasil verifikasi bakal calon dan dinamika yang berkembang di lantai bursa pendaftaran. Musda XI ini tidak hanya dipandang sebagai ajang pemilihan ketua, tetapi juga momentum krusial untuk konsolidasi kekuatan menyongsong agenda politik besar di tahun-tahun mendatang.
Sejauh ini, atmosfer politik di Gedung Kuning Balikpapan tetap stabil namun dinamis. Kepastian arah kepemimpinan lima tahun ke depan akan segera terjawab dalam forum tertinggi daerah tersebut, yang diprediksi akan menjadi panggung pengukuhan kembali kekuatan Golkar di Kota Beriman. (*)
Editor : Indra Zakaria