Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkot Samarinda Siapkan Strategi Dongkrak Kunjungan ke Pasar Pagi

M
Pasar Pagi Samarinda.
Pasar Pagi Samarinda.

Advertisement

 

PROKAL.CO, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan jumlah pengunjung di Pasar Pagi Samarinda yang belum sepenuhnya ramai meski telah kembali beroperasi.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengakui aktivitas jual beli di Pasar Pagi saat ini masih belum sesuai harapan. Namun, menurutnya kondisi tersebut bukan hanya terjadi di Samarinda, melainkan juga menjadi fenomena yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Advertisement

"Gejala umum ini tidak hanya terjadi di Samarinda. Saya jalan-jalan di Jakarta juga melihat pasar-pasar tradisional di sana kondisinya bahkan lebih parah, banyak pedagang yang hanya saling mengobrol karena pembelinya kurang," ujarnya.

Menurutnya, menurunnya daya beli masyarakat dipengaruhi berbagai faktor, di antaranya kondisi inflasi serta keterbatasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil. Karena itu, Andi Harun mengapresiasi langkah Presiden RI, Prabowo Subianto, yang mendorong bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk memperluas akses pembiayaan hingga menyentuh pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang mendorong agar akses keuangan tidak hanya bisa dinikmati golongan atas, tetapi juga UMKM dan pedagang kecil. Langkah itu sudah lama ditunggu dan akan sangat menguntungkan rakyat kecil," katanya.

Advertisement

Di sisi lain, Pemkot Samarinda bersama Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri saat ini sedang mematangkan perencanaan strategis untuk menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di Pasar Pagi. Ia menjelaskan, penyusunan strategi tersebut tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Pemerintah perlu mengkaji berbagai aspek, termasuk potensi kendala dan risiko yang mungkin muncul saat kebijakan diterapkan.

"Kami sudah membahasnya dan sedang menyusun perencanaan. Tetapi perencanaan itu tidak boleh terlalu cepat dieksekusi. Harus diuji terlebih dahulu, termasuk manajemen risikonya," jelasnya. Ia menuturkan, sejumlah variabel harus diperhitungkan sebelum kebijakan diterapkan, mulai dari kesiapan institusi pendukung hingga kesesuaian dengan budaya masyarakat.

"Jangan hanya melihat indahnya perencanaan, tetapi juga harus menghitung faktor-faktor yang bisa membuat perencanaan itu gagal dilaksanakan," tegasnya. Meski demikian, Andi berharap masyarakat kembali menjadikan pasar tradisional sebagai pilihan utama dalam berbelanja guna membantu menggerakkan perekonomian para pedagang kecil.

"Kami mengajak masyarakat untuk kembali berbelanja di pasar tradisional. Pedagang di pasar tradisional sangat membutuhkan partisipasi kita semua," pungkasnya. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Disdag Samarinda Akan Siapkan Solusi Pasokan Listrik Zona Basa Pasar Pagi

Disdag Samarinda Akan Siapkan Solusi Pasokan Listrik Zona Basa Pasar Pagi

Disdag Samarinda Akan Siapkan Solusi Pasokan Listrik Zona Basa Pasar Pagi SAMARINDA – Persoalan listrik dan akses bagi pedagang zona basah

Cari Solusi Penataan Pasar Pagi, Disdag Samarinda Sepakati Skema Grosir-Eceran dan Dialog Rutin

Cari Solusi Penataan Pasar Pagi, Disdag Samarinda Sepakati Skema Grosir-Eceran dan Dialog Rutin

Cari Solusi Penataan Pasar Pagi! Disdag Samarinda Sepakati Skema Grosir-Eceran dan Dialog Rutin Tiap Senin

Solusi Kios Sepi, Disdag Samarinda Buka Ruang Dialog Bertahap Bareng Pedagang Pasar Pagi

Solusi Kios Sepi, Disdag Samarinda Buka Ruang Dialog Bertahap Bareng Pedagang Pasar Pagi

Solusi Kios Sepi, Disdag Samarinda Buka Ruang Dialog Bertahap Bareng Pedagang Pasar Pagi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer