Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Aturan 30 Persen Belanja Pegawai 2027 Dinilai Mustahil, Andi Harun Prediksi 99 Persen Daerah Bakal Tumbang

R
Andi Harun
Andi Harun

Advertisement

SAMARINDA — Ketentuan ambang batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen dari total APBD yang dijadwalkan berlaku serentak pada Januari 2027 memicu kekhawatiran besar. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, secara blak-blakan memprediksi bahwa mayoritas pemerintah daerah di Indonesia tidak akan sanggup memenuhi mandat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD) tersebut.

Andi Harun menjelaskan bahwa kondisi fiskal daerah saat ini telah berubah drastis sejak undang-undang tersebut pertama kali disahkan. Salah satu faktor utama yang merombak postur anggaran adalah munculnya beban baru berupa kewajiban bagi pemerintah daerah untuk menganggarkan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) secara masif dalam beberapa tahun terakhir.

"Hampir saya pastikan pada 2027 nanti, 99 persen pemerintah daerah belum mampu memenuhi batas 30 persen. Sebab sekarang ada beban baru, yakni kewajiban menyediakan anggaran gaji PPPK," ujar Andi Harun.

Advertisement

Akibat akumulasi tersebut, ruang fiskal daerah terkunci untuk membiayai belanja aparatur, mulai dari gaji PNS, PPPK, hingga Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Menurutnya, fakta bahwa rata-rata belanja pegawai daerah di Indonesia masih bercokol di angka 50 persen bukanlah bentuk pemborosan, melainkan konsekuensi logis dari rentetan regulasi pembiayaan aparatur yang diturunkan oleh pemerintah pusat.

Kondisi pelik ini terlihat nyata dalam postur APBD Kota Samarinda Tahun Anggaran 2026. Dari total kekuatan anggaran yang mencapai kisaran Rp3,18 triliun, alokasi untuk belanja pegawai menyedot dana hingga Rp1,57 triliun atau setara dengan 49,4 persen. Angka ini menegaskan betapa lebarnya jarak yang harus dipangkas untuk menyentuh batas ideal 30 persen dalam waktu singkat.

Andi Harun menegaskan, Pemerintah Kota Samarinda pada dasarnya tidak menolak substansi dari penataan efisiensi anggaran tersebut. Namun, ia mengingatkan pemerintah pusat agar bersikap realistis dengan memberikan ruang penyesuaian yang mengacu pada kondisi riil keuangan di lapangan.

Advertisement

Ia mengibaratkan pemotongan anggaran ini seperti mengerem kendaraan yang sedang melaju kencang, di mana manuver ekstrem yang dilakukan tiba-tiba justru berisiko merusak sistem dan mengorbankan pelayanan publik.

"Kalau hanya mengurangi anggaran itu mudah. Dalam satu menit pun bisa dipotong dari 50 persen menjadi 30 persen. Tetapi, apakah dampaknya sudah dikaji? Lalu 20 persen yang dipotong itu akan dialihkan ke mana, dan apakah benar-benar untuk sektor prioritas?" tambahnya.

Terlebih, hingga saat ini tenaga non-ASN masih menjadi tulang punggung pelayanan publik di berbagai sektor daerah. Memaksa pemangkasan anggaran tanpa formula transisi yang matang dikhawatirkan akan memicu gejolak baru di internal pemerintahan. Andi Harun berharap pusat mau meninjau ulang garis lini masa pemberlakuan aturan ini agar penataan dapat berjalan secara bertahap tanpa mengorbankan stabilitas daerah. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tak Hanya Memimpin Kota, Andi Harun Terus Tanamkan Nalar Kritis kepada Mahasiswa

Tak Hanya Memimpin Kota, Andi Harun Terus Tanamkan Nalar Kritis kepada Mahasiswa

Tak Hanya Memimpin Kota, Andi Harun Terus Tanamkan Nalar Kritis kepada Mahasiswa SAMARINDA – Di tengah padatnya tanggung jawab memimpin pem

Lebih dari 60 Titik Galian Ditemukan, Pemkot Samarinda Koordinasi dengan Kepolisian

Lebih dari 60 Titik Galian Ditemukan, Pemkot Samarinda Koordinasi dengan Kepolisian

Lebih dari 60 Titik Galian Ditemukan, Pemkot Samarinda Koordinasi dengan Kepolisian SAMARINDA – Menjaga keamanan fasilitas umum membutuhkan

Andi Harun Minta Warga Waspadai Dugaan Pencurian Kabel yang Merusak Jalan

Andi Harun Minta Warga Waspadai Dugaan Pencurian Kabel yang Merusak Jalan

Andi Harun Minta Warga Waspadai Dugaan Pencurian Kabel yang Merusak Jalan PERADABAN — Wali Kota Samarinda, Andi Harun, meminta masyarakat m

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer