Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Luruskan Penyataan Rudy Mas'ud, Wali Kota Andi Harun: Lampu Jembatan Achmad Amins Padam Bukan karena Tak Ada Uang, Tapi Dicuri

R
Penulis: Redaksi Prokal❯
Jembatan Achmad Amins masih gelap dan rawan pada malam hari. Hal ini pun mengkhawatirkan bagi masyarakat yang melintas. (DOK)
Jembatan Achmad Amins masih gelap dan rawan pada malam hari. Hal ini pun mengkhawatirkan bagi masyarakat yang melintas. (DOK)

Advertisement

 
PROKAL.CO- Wali Kota Samarinda, Andi Harun, secara tegas meluruskan pernyataan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, yang menyebut padamnya penerangan di Jembatan Achmad Amins dipicu oleh masalah keterbatasan anggaran Pemerintah Kota Samarinda. Andi Harun menepis anggapan tersebut dan mengungkapkan bahwa penyebab utamanya adalah aksi pencurian kabel serta utilitas jembatan.

"Itu kesalahan besar, sepanjang memang benar pernyataan tersebut. Matinya lampu di Jembatan Achmad Amins bukan karena kekurangan anggaran, tetapi karena utilitasnya dicuri," tegas Andi Harun di Kantor Bapperida Samarinda, Selasa (21/7) malam.

Ia membeberkan bahwa aksi pencurian terjadi saat APBD tahun berjalan sudah disahkan. Hal ini membuat Pemkot Samarinda tidak bisa serta-merta mengalokasikan dana darurat, melainkan harus menunggu siklus penganggaran berikutnya.

Advertisement

"Dicurinya ketika APBD sudah berjalan. Kita tidak bisa mengeluarkan anggaran baru di tengah APBD yang sudah ditetapkan. Karena itu, penggantiannya dianggarkan pada APBD 2027," jelasnya. Meski pihak kepolisian sudah meringkus para pelaku, barang bukti berupa kabel dan peralatan yang hilang telah telanjur diperjualbelikan.

"Pelakunya sudah ditangkap. Proses pidananya sudah berjalan, tetapi barangnya sudah diperjualbelikan," kata Andi. Ia juga menyayangkan maraknya aksi vandalisme dan pencurian fasilitas umum yang tak hanya menyasar jembatan, tetapi juga infrastruktur kota lainnya.

"Mari kita jaga bersama fasilitas kota ini. Penutup manhole yang terbuat dari besi saja masih ada yang dicuri," imbaunya.

Advertisement

Di akhir keterangannya, Wali Kota Samarinda ini kembali menegaskan bahwa masalah utama murni berada pada mekanisme aturan penganggaran, bukan karena Pemkot kehabisan dana. Ia pun secara terbuka menyambut baik jika Pemerintah Provinsi ingin ikut mengucurkan bantuan.

"Bukan karena tidak ada anggaran, tetapi karena pencuriannya terjadi setelah APBD berjalan sehingga pengadaannya harus menunggu siklus anggaran berikutnya. Mudah-mudahan kalau Pak Gubernur berkenan membantu APBD Kota Samarinda tentu kami berterima kasih. Kalau memang beliau menilai APBD Samarinda masih kurang, silakan dibantu," pungkasnya. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mengakhiri Gelap Jembatan Achmad Amins, Pemkot Samarinda Kucurkan Rp900 Juta Demi Keamanan Pengendara

Mengakhiri Gelap Jembatan Achmad Amins, Pemkot Samarinda Kucurkan Rp900 Juta Demi Keamanan Pengendara

Mengakhiri Gelap Jembatan Achmad Amins, Pemkot Samarinda Kucurkan Rp900 Juta Demi Keamanan Pengendara Kondisi Jembatan Achmad Amins yang gelap gulita akibat maraknya pencurian kabel penerangan jalan u

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer