Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Andi Harun: Perjuangan Tambahan TKD Harus Bertumpu pada Kajian Akademik, Bukan Narasi Politik

M
Andi Harun dalam pertemuan dengan gubernur.
Andi Harun dalam pertemuan dengan gubernur.

Advertisement

 

PROKAL.CO, SAMARINDA— Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan perjuangan pemerintah daerah untuk memperoleh tambahan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat harus dibangun di atas kajian akademik dan dokumen teknokratik, bukan sekadar narasi politik. Menurutnya, argumentasi berbasis data akan lebih efektif menunjukkan kebutuhan riil daerah sekaligus manfaat yang akan diterima masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Andi Harun usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Keuangan Daerah yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Bapperida Kaltim di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Senin (3/8/2026).

Advertisement

Rakor dipimpin Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, didampingi Wakil Gubernur Seno Aji dan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni. Forum tersebut dihadiri para bupati dan wali kota se-Kalimantan Timur untuk menyamakan langkah menghadapi tantangan fiskal daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.

Menurut Andi, salah satu kesepakatan yang perlu dirumuskan dalam rakor adalah kebijakan bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam memperjuangkan tambahan TKD kepada pemerintah pusat. Namun, upaya tersebut harus dilengkapi naskah akademik yang mampu menjelaskan secara objektif alasan kebutuhan tambahan dana.

"Kita perlu menghadirkan potret yang jelas mengapa daerah membutuhkan tambahan TKD. Bukan semata-mata agar APBD menjadi lebih besar, tetapi karena ada manfaat yang ingin dicapai bagi masyarakat. Kalau dukungan fiskal itu tidak tersedia, maka pencapaian manfaat pembangunan juga akan terhambat," kata Andi.

Advertisement

Ia menilai pendekatan berbasis data dan kajian ilmiah jauh lebih tepat dibanding membangun opini politik di ruang publik. Sebab, pemerintah pusat akan lebih mudah menerima usulan apabila didukung argumentasi teknokratik yang dapat dipertanggungjawabkan.

Andi menegaskan dirinya siap ikut memperjuangkan peningkatan TKD apabila langkah tersebut didasarkan pada dokumen akademik yang kuat. Sebaliknya, ia tidak sepakat apabila perjuangan dilakukan melalui narasi yang bernuansa konfrontatif terhadap pemerintah pusat.

"Kalau menggunakan narasi perlawanan, menurut saya tidak bijaksana. Kita ini satu pemerintahan, dari pusat sampai daerah. Yang harus dibangun adalah argumentasi teknokratik, bukan narasi politik," ujarnya.

Menurut Andi, pemerintah pusat juga memiliki mekanisme untuk menguji setiap klaim daerah yang menyatakan kekurangan anggaran. Karena itu, setiap pemerintah daerah harus mampu menunjukkan bahwa APBD telah dikelola secara efektif dengan mengutamakan belanja prioritas dan pelayanan publik.

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tak Hanya Memimpin Kota, Andi Harun Terus Tanamkan Nalar Kritis kepada Mahasiswa

Tak Hanya Memimpin Kota, Andi Harun Terus Tanamkan Nalar Kritis kepada Mahasiswa

Tak Hanya Memimpin Kota, Andi Harun Terus Tanamkan Nalar Kritis kepada Mahasiswa SAMARINDA – Di tengah padatnya tanggung jawab memimpin pem

Lebih dari 60 Titik Galian Ditemukan, Pemkot Samarinda Koordinasi dengan Kepolisian

Lebih dari 60 Titik Galian Ditemukan, Pemkot Samarinda Koordinasi dengan Kepolisian

Lebih dari 60 Titik Galian Ditemukan, Pemkot Samarinda Koordinasi dengan Kepolisian SAMARINDA – Menjaga keamanan fasilitas umum membutuhkan

Andi Harun Minta Warga Waspadai Dugaan Pencurian Kabel yang Merusak Jalan

Andi Harun Minta Warga Waspadai Dugaan Pencurian Kabel yang Merusak Jalan

Andi Harun Minta Warga Waspadai Dugaan Pencurian Kabel yang Merusak Jalan PERADABAN — Wali Kota Samarinda, Andi Harun, meminta masyarakat m

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer