Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Buntut Komentar Pedas ke Pasien BPJS, Dokter RMF Akhirnya Dinonaktifkan Sementara, Ini Kata Dinkes Samarinda

R
Unggahan dokter yang "jahat" terhadap pasien. (tangkapan layar)
Unggahan dokter yang "jahat" terhadap pasien. (tangkapan layar)

Advertisement

SAMARINDA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda secara tegas menyatakan dukungannya terhadap langkah manajemen RSUD IA Moeis yang menonaktifkan sementara oknum dokter berinisial RMF. Langkah tegas ini dinilai sudah tepat dan sesuai dengan mekanisme pembinaan aparatur pemerintah usai komentar sang dokter di media sosial memicu kemarahan publik.

Kasus ini bermula dari unggahan viral almarhum Yurizal Tri Chaerawan, seorang pasien BPJS yang sempat mengeluhkan lamanya antrean ruang perawatan di platform Threads. Bukannya simpati, oknum dokter RMF justru memberikan komentar yang dianggap tidak mencerminkan etika dan empati seorang tenaga kesehatan. Mirisnya, sang pasien belakangan dikabarkan meninggal dunia.

Proses Internal dan Menjaga Objektivitas

Advertisement

Kepala Dinkes Kota Samarinda, Ismed Kusasih, menegaskan bahwa tindakan yang diambil oleh pimpinan RSUD IA Moeis telah berjalan di atas rel aturan kepegawaian yang berlaku. Proses klarifikasi dan pemeriksaan internal menjadi tahapan krusial sebelum adanya keputusan sanksi final.

"Itu sudah sesuai dengan langkah aturan kepegawaian di pemerintahan. Karena yang bersangkutan bekerja di rumah sakit, pimpinan rumah sakit dan manajemen terlebih dahulu yang melakukan klarifikasi dan pembinaan internal," ujar Ismed saat memberikan keterangan kepada awak media, Rabu (5/8).

Ismed menambahkan, penonaktifan sementara ini sangat penting dilakukan demi menjaga objektifitas pemeriksaan sekaligus memastikan kualitas pelayanan medis di RSUD IA Moeis tidak terganggu. Tak hanya menanggapi kasus RMF, Ismed juga melayangkan peringatan keras kepada seluruh tenaga kesehatan (nakes) di lingkungan Kota Samarinda agar lebih bijak dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

Advertisement

Sebagai profesi yang bersentuhan langsung dengan kemanusiaan dan pelayanan publik, setiap ucapan maupun tindakan para nakes di dunia maya memiliki dampak besar terhadap kepercayaan masyarakat. "Kalau bersosmed ya berhati-hatilah, itu aja. Berhati-hatilah," pesan Ismed memungkas. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : sapos.co.id
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kreatif Siasati Efisiensi Anggaran, RSUD IA Moeis Samarinda Gaet 112 Peserta Magang Kemnaker

Kreatif Siasati Efisiensi Anggaran, RSUD IA Moeis Samarinda Gaet 112 Peserta Magang Kemnaker

Sebanyak 112 peserta yang lolos harus menyisihkan 477 pelamar dari berbagai daerah. Kendati pendaftar datang dari luar wilayah, manajemen te

RSUD IA Moeis Resmikan Gedung Ibu dan Anak, dr. Osa Rafshodia Tegaskan Pentingnya Gizi Higienis

RSUD IA Moeis Resmikan Gedung Ibu dan Anak, dr. Osa Rafshodia Tegaskan Pentingnya Gizi Higienis

Dari segi penataan ruang dan alur pelayanan, dr. Osa merinci bahwa Gedung Ibu dan Anak telah dirancang terstruktur sesuai kebutuhan spesifik

Buntut Komentar Sinis ke Pasien, Oknum Dokter RSUD IA Moeis Terancam Sanksi Berat Kepegawaian

Buntut Komentar Sinis ke Pasien, Oknum Dokter RSUD IA Moeis Terancam Sanksi Berat Kepegawaian

SAMARINDA, SAPOS — Sanksi internal dari manajemen rumah sakit ternyata belum cukup untuk meredam gelombang amarah publik. Kasus dugaan komen

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer