PROKAL.CO, SAMARINDA-Ada empat jembatan yang membentang di atas Sungai Mahakam di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Apa saja?
Ini yang Pertama
Jembatan Mahakam (atau Jembatan Mahkota I/Mahakam 1) menghubungkan Samarinda kota dengan Kecamatan Samarinda Seberang.
Jembatan Mahakam dimulai persiapan pembangunannya pada 13 April 1982 saat Gubernur Kaltim Ery Supardjan dan Menteri Pekerjaan Umum Purnomosidi mengikuti tim survei lokasi Jembatan Mahakam.
Pada 6 Oktober 1983, Gubernur Kaltim Soewandi melaksanakan pemancangan tiang pertama Jembatan Mahakam menandai dimulainya pembangunan.
Pada 2 Agustus 1986, Presiden Soeharto meresmikan Jembatan Mahakam bersama Gubernur Kaltim Soewandi dan Menteri Pekerjaaan Umum Suyono Sosrodarsono.
Jalan Panjang Jembatan Achmad Amins
Jembatan Achmad Amins awalnya dikenal dengan sebutan Jembatan Mahkota II. Sejak 10 Juni 2021 diberi nama wali kota Samarinda dua periode itu yang memerintah Kota Tepian sejak 2000 hingga 2010.
Jembatan kedua di atas Sungai Mahakam, Samarinda, ini menghubungkan Sungai Kapih di Kecamatan Sambutan dengan Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran.
Panjangnya 1.428 meter, dan menjadi jembatan terpanjang di Kaltim.
Proyek Jembatan Achmad Amins dimulai pada 2002. Pembangunannya sempat dihentikan karena tidak mendapat pembiayaan dari APBN.
Jembatan Achmad Amins kembali dilanjutkan pembangunannnya, dan saat itu ditarget bisa digunakan pada 21 Januari 2017.
Meski sudah diresmikan dan dibuka untuk umum, penggunaannya masih dibatasi. Saat ini, hanya kendaraan roda dua, mobil pribadi, dan kendaraan roda tiga seperti pengangkut sampah yang diperbolehkan melintas.
Yang Ketiga ada di Hulu, Awalnya untuk Akses PON Kaltim 2008
Jembatan Mahakam Ulu (disingkat Mahulu) menghubungkan kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang dengan Kelurahan Sengkotek, Samarinda Seberang.
Jembatan Mahulu memiliki bentang tengah 200 meter dengan panjang keseluruhan jembatan 799,8 meter. Panjang jembatan itu belum termasuk jalan pendekat.
Lebar jembatan adalah 11 meter, sementara tinggi jembatan dengan permukaan air sungai tercatat 18 meter.
Pada 4 September 2020, nama Abdoel Moeis Hassan dijadikan nama Jembatan Mahulu dengan SK Wali Kota Samarinda Nomor 620/304/HK-KS/IX/2020 yang ditandatangani Syaharie Jaang.
Jembatan Mahulu dibangun pada pertengahan 2006 dengan dana Rp 265 M lebih yang sebagian besar berasal dari APBD Kaltim.
Dalam pembangunanya sempat molor dari target selesai pada akhir 2007.
Awalnya jembatan ini akan digunakan sebagai antisipasi kemacetan pada saat PON XVII Kaltim 2008. Akan tetapi jembatan ini tak bisa digunakan saat PON XVII karena pembangunannya yang belum selesai dan molor dari target semula.
Jembatan ini diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyoho pada 15 Juli 2009.
Jembatan Mahkota IV Dikenal sebagai Si Kembar
Jembatan keempat di atas Sungai Mahakam di Kota Samarinda adalah Jembatan Mahkota IV (Mahkota: Mahakam Kota).
Menghubungkan Samarinda kota dengan Samarinda Seberang. Jembatan sepanjang 220 meter ini juga dikenal dengan sebutan Jembatan Kembar karena lokasinya di sisi Jembatan Mahakam/Jembatan Mahkota I.
Proyek Jembatan Mahkota IV dimulai pada 2012 dengan anggaran Rp 640 M dari APBD Kaltim 2012-1013 dengan tambahan Rp 24 M melalui APBD Perubahan 2019. Panjang bentang utama jembatan ini 220 meter, lebar 16,9 meter dan tinggi 22 meter.
Pembangunanya sempat terhenti dan terhambat dana. Ditargetkan selesai pembangunan tahun 2016, jembatan keempat di Kota Samarinda ini baru tersambung pada awal 2019 dan resmi selesai pembangunannya pada akhir 2019. (*)
Editor : Faroq Zamzami