Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) mulai diterapkan di sejumlah daerah pada Senin (6/1). Namun, Kota Samarinda belum melaksanakan program ini meski sebelumnya telah mengadakan uji coba pada Desember lalu.
Uji coba tersebut dilakukan di tiga sekolah percontohan di Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, yakni TK Kartika V-11, SDN 004, dan SMPN 4. Dari uji coba tersebut diketahui bahwa biaya untuk satu porsi MBG di Samarinda adalah Rp15 ribu.
Hingga kini, pelaksanaan program di Samarinda masih tergantung pada petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin, mengungkapkan bahwa pihaknya belum menerima informasi kepastian dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Tadi pagi (kemarin) saya dapat informasi katanya di Samarinda dimulai tanggal 13 ini,” ujar Asli, Senin (6/1).
Anggaran Tertahan Menunggu Juknis
Asli juga menambahkan bahwa belum ada arahan mengenai penggunaan anggaran khusus untuk program MBG. Meski Pemkot Samarinda telah mengalokasikan 6,5 persen dari APBD murni tahun ini, anggaran tersebut masih tertahan di kas daerah karena menunggu juknis dari pusat.
“Anggaran itu nantinya juga ada yang berasal dari pusat, termasuk dari provinsi,” jelasnya.
Pada Desember tahun lalu, uji coba program MBG di Samarinda telah melibatkan dua dapur umum yang mampu melayani 2.000-3.000 siswa setiap harinya. Namun, hingga kini pelaksanaan program secara resmi masih menunggu arahan dari BGN.
“Pelaksanaannya belum ada informasi yang jelas karena mandatory-nya bukan di kami, tapi lewat BGN,” pungkas Asli.
(hun/beb)