Jembatan Mahakam semakin memprihatinkan setelah mengalami lebih dari 20 kali insiden tabrakan sejak dibangun pada 1980-an. Insiden terbaru terjadi pada Minggu (16/2), ketika sebuah tongkang bermuatan kayu yang kehilangan kendali menghantam pilar jembatan dan menghancurkan dua fender pelindung.
"Kami melihat ada dua fender yang hilang dan hancur, lalu tongkang tersebut juga menabrak pilar jembatan. Jika melihat dari videonya, kapal itu sempat tertarik ke samping dan mengenai pilar ketiga (P3)," ujar Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Hendro Satrio Kamaluddin, kepada awak media saat meninjau kondisi Jembatan Mahakam, Senin (17/2).
Hendro menambahkan bahwa saat ini penyelidikan terkait tabrakan masih dilakukan oleh Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Polairud Polda Kaltim. Terkait dengan kondisi jembatan yang pada 2022 lalu dikategorikan stadium III oleh BBPJN, Hendro menegaskan bahwa Jembatan Mahakam belum perlu diganti.
"Kami menilai kondisi jembatan dalam skala 0 hingga 5, di mana 0 berarti jembatan baru dan 5 sangat baik. Jika melihat Jembatan Mahakam yang rentan terhadap tabrakan tongkang, maka idealnya jembatan baru harus dibangun tanpa pilar, namun biaya pembangunannya akan sangat mahal," jelasnya.
Menurutnya, arus lalu lintas tongkang di bawah jembatan juga harus diperhatikan agar dapat melintas dengan aman. Meski mengalami pergeseran akibat benturan, Hendro memastikan kondisi jembatan masih cukup aman.
"Insya Allah masih aman. Namun, fender pelindung harus segera diganti," ujarnya. BBPJN juga akan meminta ganti rugi biaya perbaikan jembatan dan pembangunan fender baru. Ia menyebutkan bahwa pada 2018, biaya pembangunan dua fender diperkirakan mencapai Rp 35 miliar.
"Pada saat itu, anggarannya Rp 35 miliar, dengan tiang baja yang dipancang hingga 60 meter ke bawah. Sekarang biayanya tentu lebih besar lagi. Ini menjadi tanggung jawab pihak yang bersangkutan," tegasnya.
Dalam peninjauan langsung di lokasi, BBPJN menemukan adanya pergeseran dan retakan pada beton jembatan di atas pilar 3. Meski demikian, Hendro memastikan bahwa Jembatan Mahakam masih aman untuk dilintasi kendaraan.
"Ada pergeseran sedikit, tapi masih aman karena tidak ada pergerakan yang signifikan. Kami juga akan melaporkan kondisi ini ke Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ)," pungkasnya. (mrf/beb)
Editor : Indra Zakaria