PROKAL.CO, SAMARINDA – Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda menyiapkan program angkutan umum gratis bagi pelajar sebagai bagian dari rencana strategis menata transportasi perkotaan.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menegaskan program ini menjadi solusi bagi sejumlah permasalahan transportasi, termasuk kemacetan, parkir liar, polusi udara, dan kecelakaan lalu lintas.
“Strategi ini sebagai bagian dari rencana besar menata transportasi kota. Kami mendorong rencana strategis pengadaan angkutan umum massal berbasis skema buy the service. Dengan ini, berbagai persoalan seperti kemacetan, parkir liar, polusi udara, hingga kecelakaan bisa terurai,” ujar Manalu.
Program ini akan menghadirkan 8–12 unit bus yang melayani pelajar di kawasan Samarinda Kota pada dua periode, masing-masing 2,5 jam di pagi dan siang hari.
Uji coba dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, mulai Oktober atau November 2025, dengan anggaran Rp600–900 juta.
Manalu menambahkan, setelah uji coba dinilai efektif, pihak sekolah akan dilibatkan dalam sosialisasi kepada para pelajar.
“Nantinya, penggunaan bus akan terintegrasi dengan aplikasi khusus agar lebih tertib dan terpantau,” jelasnya.
Aturan mengenai larangan penggunaan kendaraan pribadi bagi pelajar ditegaskan melalui Surat Edaran Nomor 500.11.1/021/100.05 dari Dishub Samarinda.
Program ini mendapat dukungan penuh Wali Kota Samarinda dan berlaku bagi semua pelajar di jalur yang dilalui bus.
“Tujuan utama kami jelas, menghadirkan transportasi yang aman, terjangkau, dan ramah lingkungan,” kata Manalu.
Program bus pelajar ini diharapkan tidak hanya menekan angka kecelakaan, tetapi juga membiasakan pelajar menggunakan transportasi umum yang lebih efisien dan ramah lingkungan, sejalan dengan visi menata mobilitas di Kota Samarinda. (*)
Editor : Indra Zakaria