Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Hujan Lebat Sejak Dini Hari, Samarinda Terendam Banjir Hingga Longsor di Sejumlah Kawasan

Redaksi Prokal • 2026-01-28 11:13:31
Tim BPBD evakuasi warga yang sakit, ketinggian air hingga pinggang orang dewasa di Gang Kenangan II, Sungai Pinang. (kis)
Tim BPBD evakuasi warga yang sakit, ketinggian air hingga pinggang orang dewasa di Gang Kenangan II, Sungai Pinang. (kis)

 

SAMARINDA – Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Samarinda sejak Rabu (28/1/2026) dini hari memicu serangkaian bencana hidrometeorologi. Fenomena alam yang disertai kilat dan angin kencang ini mulai terjadi sejak pukul 01.00 WITA dan terus berlangsung hingga pagi hari, menyebabkan banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang di berbagai sudut kota.

Berdasarkan data dari Pusdalop BPBD Provinsi Kalimantan Timur, pantauan Tim ITS-TRC menunjukkan bahwa hampir seluruh kecamatan di Samarinda terdampak oleh cuaca buruk ini. Wilayah yang meliputi Palaran, Samarinda Ulu, Sungai Pinang, hingga Loa Janan Ilir melaporkan adanya kenaikan tinggi muka air yang signifikan. Hingga pukul 03.00 WITA, tercatat puluhan ruas jalan utama terendam banjir dengan ketinggian rata-rata 20 hingga 30 sentimeter, yang menghambat mobilitas warga yang hendak memulai aktivitas pagi.

Daftar lokasi terdampak genangan air cukup panjang, mencakup titik-titik vital seperti Jalan Juanda, Jalan M. Yamin, kawasan Flyover Juanda, Jalan Pahlawan, serta akses menuju Terminal Lempake di Jalan DI Panjaitan. Kawasan padat seperti Jalan Gerilya, Mugirejo, Damanhuri, hingga Persimpangan Sempaja juga tidak luput dari rendaman air. Selain menghambat lalu lintas, banjir ini juga dilaporkan masuk ke beberapa permukiman warga yang berada di daerah dataran rendah.

Situasi diperparah dengan terjadinya musibah tanah longsor di kawasan Perumahan Artas Blok BZ, Jalan Damanhuri, Kecamatan Sungai Pinang. Di lokasi berbeda, satu pohon besar dilaporkan tumbang di Jalan A. Yani I, tepat di depan Litsen Bakery, yang sempat mengganggu akses jalan. Selain dampak fisik, hujan lebat ini memicu gangguan kelistrikan, termasuk kejadian korsleting listrik di sebuah minimarket kawasan Perumahan Talang Sari serta pemadaman listrik di wilayah Jalan Rapak Indah pada dini hari tadi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda, Suwarso, menegaskan bahwa personel gabungan bersama relawan telah diterjunkan ke titik-titik rawan untuk melakukan penanganan awal dan pemantauan debit air. Pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan berbagai instansi guna memastikan keselamatan warga dan mengantisipasi dampak lanjutan, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan masih akan bertahan dalam beberapa jam ke depan.

BPBD mengimbau keras agar masyarakat tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di lereng perbukitan dan bantaran sungai. Warga diminta untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak serta segera melaporkan kejadian darurat melalui kanal komunikasi relawan atau pemerintah setempat. Kewaspadaan ekstra diperlukan untuk menghindari risiko kecelakaan akibat jalan licin maupun potensi gangguan listrik di tengah kondisi basah.(*)

Editor : Indra Zakaria