SAMARINDA- Menjelang arus mudik Lebaran 2026, pengelola Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda mulai mematangkan persiapan dengan menyiagakan sejumlah armada penerbangan guna mengantisipasi lonjakan penumpang. Tercatat sebanyak lima maskapai telah disiapkan untuk melayani masyarakat, yang terdiri dari empat maskapai penerbangan reguler serta satu maskapai untuk jalur perintis. Langkah ini diambil guna memastikan kelancaran layanan transportasi udara bagi warga Samarinda dan sekitarnya yang ingin pulang ke kampung halaman.
Kepala BLU UPBU Kelas I Bandara APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan, menjelaskan bahwa kesiapan armada merupakan prioritas utama demi menjamin kenyamanan perjalanan. Saat ini, maskapai yang melayani rute reguler meliputi Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, dan Super Air Jet. Sementara itu, maskapai Smart Aviation disiagakan khusus untuk melayani penerbangan perintis yang menghubungkan Samarinda dengan wilayah pedalaman serta daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP) di Kalimantan Timur.
Berdasarkan data operasional, rute penerbangan menuju Jakarta tetap menjadi tujuan paling favorit bagi para penumpang, disusul oleh rute menuju Surabaya. Untuk rute Samarinda ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta sendiri, saat ini tersedia empat jadwal keberangkatan setiap hari yang dilayani oleh kombinasi maskapai Batik Air, Garuda Indonesia, dan Citilink. Meski tren pergerakan penumpang pada periode akhir Februari 2026 sudah menyentuh angka 15.913 orang, hingga kini belum ada maskapai yang mengajukan tambahan penerbangan atau extra flight meskipun puncak arus mudik diprediksi akan terjadi sepekan sebelum hari raya.
Selain fokus pada aspek operasional, pihak bandara juga mengeluarkan imbauan penting bagi masyarakat terkait keamanan transaksi. Kadek mengingatkan para calon pemudik untuk senantiasa waspada saat membeli tiket pesawat secara daring. Mengingat tingginya permintaan tiket menjelang Lebaran, risiko munculnya modus penipuan penjualan tiket elektronik menjadi perhatian serius, sehingga masyarakat diminta untuk lebih teliti dan hanya menggunakan kanal pembelian yang resmi dan terpercaya. (*)
Editor : Indra Zakaria