Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pria Ditemukan Meninggal di Samarinda Ilir, Diduga Terpeleset Saat Hujan

Muhamad Yamin • 2026-03-21 07:59:06

Evakuasi korban.
Evakuasi korban.

PROKAL.CO, SAMARINDA — Seorang pria ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda, Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 10.25 WITA.

Korban diketahui bernama Saparuddin (54), seorang wiraswasta yang berdomisili di Samarinda. Ia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di depan ruko kawasan simpang tiga, tepatnya di RT 44, Kelurahan Pelita.

Kapolsek Samarinda Kota Kompol IGN Adi Suarmita,SIK.,M.IK menyampaikan, peristiwa tersebut bermula saat korban berada di sekitar area penampungan barang bekas. Ketika hujan turun, korban diduga berusaha mencari tempat berteduh.

“Korban diduga terpeleset hingga terjatuh dan mengalami benturan di bagian kepala,” ujar petugas.

Warga yang berada di lokasi sempat memberikan pertolongan. Namun, korban tidak menunjukkan respons. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian.

Mendapatkan laporan, personel Polsek Samarinda Kota bersama Tim Inafis Polresta Samarinda langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, terdapat luka gores di bagian kepala yang diduga akibat benturan saat terjatuh.

Selain itu, korban juga diketahui memiliki riwayat penyakit asma dan jantung yang diduga menjadi faktor pendukung kondisi korban saat kejadian.

Pihak keluarga telah dikonfirmasi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Mereka juga menyatakan tidak keberatan sehingga tidak dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RSUD AW Syahranie untuk penanganan lebih lanjut.

Polsek Samarinda Kota mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, khususnya saat beraktivitas di tengah cuaca hujan guna menghindari risiko kecelakaan. (*)

Editor : Indra Zakaria