PROKAL.CO, SAMARINDA – Peristiwa tak biasa dialami petugas pemadam kebakaran di Samarinda. Mereka menangani seorang pria yang diduga mengalami kesurupan di Posko V Samarinda Seberang pada hari kedua Idulfitri 1447 Hijriah.
Video penanganan tersebut sempat viral di media sosial milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda.
Personel Damkar Posko V Samarinda Seberang, Novan mengungkapkan kejadian itu terjadi saat petugas sedang melakukan pergantian sif sekitar pukul 08.00 WITA. Saat itu Regu 1 yang selesai bertugas bersiap pulang, sementara Regu 2 mulai mengambil alih piket.
Menurut Novan, pria tersebut sebenarnya bukan orang asing bagi petugas karena kerap terlihat mondar-mandir di depan posko.
“Beliau memang sering lewat di depan posko. Kadang datang hanya untuk minta air minum,” ujarnya kepada awak media.
Ia menceritakan pada hari pertama Lebaran pria tersebut sempat datang untuk bersilaturahmi. Petugas sempat menawarkan makanan, namun pria itu menolak dan langsung melanjutkan perjalanan.
Namun pada pagi hari berikutnya atau hari kedua Lebaran, pria tersebut kembali datang ke posko dan meminta pertolongan. “Ia datang dan bilang merasa seperti kesurupan,” kata Novan.
Tak lama kemudian pria tersebut menunjukkan perilaku tidak biasa, seperti berteriak dan menggerakkan tangan secara tidak terkendali sehingga membuat petugas dan relawan yang berada di lokasi sempat panik.
Karena kejadian tersebut bukan merupakan tugas utama pemadam kebakaran, petugas mencoba membantu dengan cara sederhana.
Petugas menenangkan pria tersebut sambil membacakan doa, kemudian memberikan air minum yang sebelumnya didoakan. Pria tersebut juga diminta mencuci muka dan diajak berbicara agar tetap tenang.
Proses penanganan berlangsung sekitar satu setengah jam hingga akhirnya kondisi pria tersebut kembali normal sekitar pukul 09.30 WITA.
“Syukur alhamdulillah setelah ditenangkan dan didoakan, kondisinya kembali normal dan bisa beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.
Novan juga menceritakan momen unik saat proses penanganan berlangsung. Ketika ia meminta pria tersebut beristigfar, yang bersangkutan justru mengaku beragama Kristen.
“Dia bilang, ‘Maaf Pak, saya Kristen’. Kami sempat bingung, tapi tetap membantu dengan doa yang kami bisa,” katanya sembari tertawa.
Menurut informasi dari relawan, pria tersebut diketahui pernah bekerja sebagai juru parkir di sekitar kawasan tersebut dan selama ini dikenal sebagai orang yang normal.
Novan menegaskan peristiwa tersebut merupakan pengalaman pertama bagi petugas Damkar di posko tersebut.
“Teman-teman juga sempat bingung harus berbuat apa karena kejadian seperti ini baru pertama kali kami tangani,” katanya.
Ia juga menegaskan peristiwa yang viral tersebut bukan rekayasa atau konten semata.
“Ini kejadian nyata, bukan gimik atau drama,” ujarnya. (*)