SAMARINDA – Memasuki H+4 Idulfitri 1447 Hijriah, denyut nadi lalu lintas di Kota Samarinda mulai berdenyut kencang. Titik krusial kepadatan terpantau berada di Jembatan Ahmad Amins (eks Mahkota II), di mana ribuan kendaraan mulai merayap memadati jalur penghubung antarwilayah tersebut pada Rabu (25/3).
Peningkatan volume kendaraan ini merupakan imbas dari puncak arus balik warga yang kembali dari kampung halaman, ditambah tingginya mobilitas masyarakat yang masih memanfaatkan sisa libur Lebaran untuk berkunjung ke kerabat maupun tempat wisata.
Kasatlantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo Fuad, mengonfirmasi bahwa penumpukan kendaraan di Jembatan Ahmad Amins menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Sebagai jalur utama yang menghubungkan Samarinda Kota dengan wilayah Palaran dan akses menuju jalan tol, jembatan ini mengalami tekanan volume yang signifikan sejak dua hari terakhir. Untuk mengatasinya, kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional, di mana arus dari jalur yang paling padat akan diprioritaskan untuk diurai lebih dulu sementara arus lainnya ditahan sejenak hingga kondisi kembali melandai.
Dalam upaya menjaga ketertiban di lapangan, Polresta Samarinda mengerahkan sedikitnya 50 personel gabungan dari Satlantas dan Polsek Palaran yang disebar di sepanjang jalur jembatan hingga titik persimpangan rawan macet. Langkah antisipasi ini mencakup penjagaan ketat di pangkal dan ujung jembatan guna mencegah pengendara berhenti di bahu jalan, terutama bagi mereka yang kerap berhenti sekadar untuk berfoto. Selain itu, pos pengamanan di sekitar lokasi juga telah diaktivasi guna mempercepat respons jika terjadi kendala teknis pada kendaraan atau kecelakaan ringan, dibarengi dengan patroli mobile untuk memastikan kendaraan besar non-logistik tidak melintas di jam sibuk.
Pihak kepolisian juga memberikan perhatian khusus pada kondisi fisik pengemudi pasca-perjalanan jauh yang sangat krusial bagi keselamatan. Pengguna jalan diimbau untuk tetap bersabar dan menghindari aksi saling serobot yang justru berisiko memicu kemacetan total di persimpangan. Mengingat jalur jembatan memiliki elevasi yang cukup tajam, pengendara diminta memastikan sistem pengereman dan pendingin mesin dalam kondisi prima, serta selalu mematuhi instruksi personel di lapangan meskipun terdapat pengalihan jalur sementara. Kepadatan ini diprediksi masih akan berlangsung hingga akhir pekan seiring dengan berakhirnya masa cuti bersama dan kembalinya aktivitas perkantoran secara normal. (*)
Editor : Indra Zakaria