Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Samarinda Terkepung Awan Tebal, Suhu Maksimal Tembus 32 Derajat Celsius

Redaksi Prokal • 2026-03-26 10:15:00

Ilustrasi
Ilustrasi

SAMARINDA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan telah merilis prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah Kota Samarinda pada Kamis (26/3).

Berdasarkan data meteorologi tersebut, kondisi cuaca di Kota Tepian diprediksi akan didominasi oleh langit berawan tebal hampir sepanjang hari, mulai dari pagi hingga sore. Sejak pukul 08.00 Wita hingga memasuki siang hari pada pukul 14.00 Wita, gumpalan awan tebal diperkirakan akan terus menyelimuti wilayah kota tanpa perubahan signifikan.

Memasuki sore hari sekitar pukul 17.00 Wita, kondisi berawan tebal masih akan bertahan sebelum diprediksi mulai beralih menjadi cerah berawan pada pukul 20.00 Wita. Namun, fase cerah tersebut diperkirakan tidak berlangsung lama karena menjelang tengah malam hingga dini hari, langit Samarinda diprediksi kembali tertutup awan tebal, terutama pada rentang pukul 23.00 hingga 02.00 Wita. Kondisi ini kemudian perlahan berubah menjadi berawan biasa saat memasuki waktu subuh di pukul 05.00 Wita.

Terkait parameter udara, suhu di ibu kota Kalimantan Timur ini diprakirakan berada pada kisaran 24 hingga 32 derajat Celsius. Meskipun langit tertutup awan, tingkat kelembapan udara terpantau cukup tinggi, yakni menyentuh angka 58 hingga 98 persen, yang dapat memicu rasa gerah bagi masyarakat yang beraktivitas. Sementara itu, pergerakan angin diprediksi bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan stabil antara 2 hingga 15 kilometer per jam.

Menanggapi prakiraan ini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang sewaktu-waktu bisa terjadi, terutama bagi mereka yang memiliki agenda di luar ruangan. Dominasi awan tebal di atas langit Samarinda dinilai memiliki potensi untuk menimbulkan hujan lokal di beberapa titik wilayah tertentu. Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca terkini guna mengantisipasi hambatan dalam mobilitas harian. (*)

Editor : Indra Zakaria