Preview UFC 330: Mampukah Keunggulan Fisik Ian Garry Hentikan Ambisi Islam Makhachev?

PHILADELPHIA — Ultimate Fighting Championship (UFC) resmi kembali ke Philadelphia lewat gelaran bernomor UFC 330. Meski hajatan ini sempat menuai kritik lantaran minimnya petarung lokal ternama seperti Sean Brady atau Joe Pyfer—serta jajaran undercard yang terbilang kurang dalam—dua pertarungan puncak di papan atas siap menyajikan duel taktik level tinggi.
Di laga pendamping, pertarungan perebutan gelar kelas strawweight antara Mackenzie Dern dan Gillian Robertson diprediksi bakal memanjakan para pencinta aksi grappling. Sementara itu, kartu utama juga menghadirkan potensi bentrokan brutal antara Esteban Ribovics melawan veteran Edson Barboza, pertarungan prospek divisi flyweight Jose Ochoa menghadapi Charles Johnson, serta duel dua putra daerah Pennsylvania, Mansur Abdul-Malik dan Dustin Stoltzfus.
Namun, sorotan utama dunia MMA tertuju sepenuhnya pada laga pamungkas: sang juara bertahan Islam Makhachev yang siap mempertahankan takhta kelas welterweight melawan penantang jangkung asal Irlandia, Ian Machado Garry.
Jalan Panjang Islam Makhachev Mengejar Status Abadi
Perjalanan karier Islam Makhachev (28-1) selalu menjadi topik yang menarik. Ia kerap dipandang berada di bawah bayang-bayang sahabat sekaligus rekan latihannya, Khabib Nurmagomedov. Sempat mendapat julukan "The Next Khabib", langkah Makhachev di UFC tak sepenuhnya mulus. Kekalahan knockout mengejutkan dari Adriano Martins di awal karier UFC-nya membuat langkahnya sempat diperlambat oleh pihak promotor.

Namun, jeda waktu tersebut dimanfaatkan Makhachev untuk memoles gaya bertarungnya. Berbeda dengan Khabib yang sangat mengandalkan kekuatan fisik dan wrestling dominan, Makhachev berkembang menjadi petarung yang jauh lebih komplet secara teknis di segala area. Ketika Khabib pensiun, Makhachev membuktikan dirinya siap mengambil alih tongkat estafet. Ia menyapu bersih lawan-lawan tangguh seperti Dan Hooker dan Bobby Green, sebelum akhirnya meremukkan Charles Oliveira untuk merebut sabuk lightweight.
Masa kejayaannya di kelas ringan diwarnai empat kali pertahanan gelar. Salah satu laga terbaiknya terjadi saat ia mengalahkan raja kelas featherweight, Alexander Volkanovski, dalam adu jotos yang sangat ketat. Ia juga berhasil keluar dari ujian berat melawan Dustin Poirier serta menang dominan atas Renato Moicano—yang masuk menggantikan Arman Tsarukyan secara mendadak akibat cedera.
Alih-alih bertahan di kelas ringan untuk menghadapi nama besar lain seperti Ilia Topuria, Makhachev mengambil keputusan berani naik ke kelas welterweight (170 pon). Di kelas barunya ini, ia tampil dominan menundukkan Jack Della Maddalena di UFC 322 untuk mengamankan sabuk juara di divisi kedua.
Ujian Fisik dan Taktik dari Ian Machado Garry
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




