Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sesali Ucapan Pedas Usai UFC 330, Din Thomas Minta Maaf dan Akui Malu pada Gillian Robertson

R
Penulis: Redaksi Prokal❯
Gillian Robertson (kanan) pada UFC 330 berhadapan dengan Mackenzie Dern.
Gillian Robertson (kanan) pada UFC 330 berhadapan dengan Mackenzie Dern.

PROKAL.CO- Analis sekaligus pelatih kawakan UFC, Din Thomas, menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada anak didiknya, Gillian Robertson. Langkah ini diambil usai Thomas mendapat kecaman keras dari komunitas MMA akibat melontarkan komentar kontroversial dan menyebut Robertson tidak akan pernah menjadi juara tepat setelah kekalahannya di UFC 330.

Advertisement

Laga perebutan sabuk juara kelas jerami (strawweight) wanita di UFC 330 menjadi momen pahit bagi Robertson yang harus mengakui keunggulan Mackenzie Dern lewat keputusan mutlak (unanimous decision). Alih-alih memberikan dukungan moril di sudut arena, Thomas justru mengumumkan pensiun sebagai cornerman dan melontarkan kritik tajam yang dinilai sangat tidak etis terhadap karier sang petarung.

Melalui tayangan di siniar Deep Waters, Thomas mengungkapkan rasa penyesalannya yang mendalam atas tindakan egois yang ia lakukan di malam pertandingan tersebut. "Malam itu adalah waktu yang paling tidak tepat bagi saya untuk membahas bahwa saya tidak ingin lagi menjadi cornerman. Itu benar-benar tidak bertanggung jawab dan sangat menjijikkan. Saya seharusnya tidak melakukan itu dan menunggunya di lain waktu alih-alih merenggut momen miliknya," aku Thomas.

Din Thomas dan Gillian Robertson.
Din Thomas dan Gillian Robertson.

Advertisement

Ia menambahkan bahwa hubungan profesional dan emosional yang telah terbangun selama tujuh tahun terakhir membuat kesalahannya terasa semakin berat. "Ini adalah wanita muda yang bekerja bersama saya sepanjang kariernya. Saya merasa malu dan terhina, tetapi saya tidak merasa terlalu besar untuk meminta maaf. Untuk Gillian, saya mencintaimu dan akan selalu mendukungmu. Saya selalu ada di belakangmu, sama seperti tujuh tahun belakangan ini," ungkapnya penuh rasa penyesalan.

Meskipun pernyataan awalnya sempat memicu kemarahan tokoh-tokoh MMA termasuk komentator UFC Jon Anik, tindakan Thomas yang berani mengakui kesalahan secara terbuka diyakini dapat meredakan tensi. Meski telah memutuskan mundur dari tugas sebagai pelatih di sudut kanvas, Thomas dipastikan tetap melanjutkan kariernya di dunia media MMA sebagai analis resmi UFC dan host siniar. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bangkit dari Tekanan Kritis, Tom Nolan Hancurkan Renato Moicano via TKO di UFC Vegas 123

Bangkit dari Tekanan Kritis, Tom Nolan Hancurkan Renato Moicano via TKO di UFC Vegas 123

Bangkit dari Tekanan Kritis, Tom Nolan Hancurkan Renato Moicano via TKO di UFC Vegas 123 LAS VEGAS — Petarung asal Australia, Tom Nolan, suk

Satu Kuncian Menuju Puncak: Brendan Allen Hentikan Duncan di Ronde Kelima UFC Fight Night 290

Satu Kuncian Menuju Puncak: Brendan Allen Hentikan Duncan di Ronde Kelima UFC Fight Night 290

Satu Kuncian Menuju Puncak: Brendan Allen Hentikan Duncan di Ronde Kelima UFC Fight Night 290

Menolak Tunduk pada Usia: Jai Herbert Menang Beruntun Usai Tundukkan Camilo di UFC Fight Night 290

Menolak Tunduk pada Usia: Jai Herbert Menang Beruntun Usai Tundukkan Camilo di UFC Fight Night 290

Berikut adalah draf penulisan berita baru yang disajikan secara mengalir, naratif, dan terstruktur tanpa penomoran maupun bullet points, dis

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer