JAKARTA – Kalteng Putra menunjukkan keseriusannya berlaga di Liga 1 2019. Tiga amunisi langsung didatangkan dalam sehari. Mereka adalah Sandi Sute, Ferinando Pahabol, dan Wasyiat Hasbullah.
Pahabol sebelumnya membela Persebaya Surabaya. Lalu, Wasyiat Hasbullah dari PSM Makassar. Keduanya berstatus bebas transfer karena kontraknya tidak diperpanjang klub masing-masing. Yang mengejutkan adalah status Sandi Sute. Sebab, kontrak Sandi bersama Persija Jakarta sebelumnya masih berlaku hingga akhir 2019.
Namun, Sandi memilih berpisah. Gelandang 26 tahun itu mengumumkan sendiri perpisahannya dengan jawara Liga 1 2018 itu lewat video dalam akun Instagram-nya. Video itu berisi kumpulan foto-foto selama dia membela Persija Jakarta sejak 2017. Tak lupa, foto saat merayakan gelar juara Liga 1 2018.
Dalam teks foto itu, pemain asal Palu tersebut menulis ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang mendukung kariernya. ”Tahun 2017, saya datang ke Ibu Kota. Datang dengan sebuah harapan. Datang sebuah visi dan misi membuat Persija lebih baik dari tahun sebelumnya. Alhamdulillah itu terjawab.” Demikian bunyi caption Sandi.
”Rasanya berat sekali, sedih karena saya cinta Persija. Tapi, inilah hidup, kalian tidak akan pernah tahu. Jika kalian jadi saya, kalian mungkin tidak akan pernah tahu. Mungkin tahun ini kita tidak berjodoh lagi dan saya berharap semoga tahun yang akan datang kita bisa berjodoh dan sama-sama lagi,” imbuhnya.
Kenapa Sandi pergi? Kabarnya, Sandi sulit melupakan kepedihan tentang kampung halamannya yang diterjang gempa dan tsunami pada 28 September lalu. Keluarga Sandi terkena dampak bencana tersebut.
Hal itu diperkuat dari unggahan instastory istri Sandi, Anggun Pratiwi Kambay. Dia memberikan klarifikasi terkait kepindahan Sandi ke Kalteng Putra.
”Kami datang ke Persija Jakarta, tulus buat sebuah sejarah. Maaf kalau bukan juga karena tsunami dan gempa yang melanda kota kami dan keluarga, kami tak akan seperti ini,” ungkap Anggun seperti yang dikutip dari akun media sosialnya. ”Saya harap kalian mengerti dengan keadaan kami, maaf. Masalah kontrak nanti kami akan jelaskan semua.”
Kehilangan Sandi memang berdampak pada Persija. Apalagi, pemain yang berposisi gelandang bertahan itu menjadi salah seorang pemain kunci Macan Kemayoran. Sandi berperan sebagai pemain pertama yang memutus serangan lawan. Selain itu, dialah yang memulai serangan tim.
Dimintai konfirmasi mengenai hal itu, Direktur Utama Persija Gede Widiade menyatakan kekecewaannya. ”Saya heran kenapa dia (Sandi) bisa bilang keluar dari Persija. Padahal, kami sudah berkomunikasi dan sepakat bahwa tetap bersama kami sampai musim 2019,” ujar Gede. ”Kalau seperti itu berarti, dia melanggar klausul kontrak,” lanjutnya.
Tentang pengganti Sandi, pria asal Surabaya itu belum memberikan jawaban. Dia juga akan memberikan klarifikasi terkait masalah Sandi. ”Besok (hari ini, Red) saja, pas kumpul. Besok saya sampaikan biar semua pada dengar, ya,” lanjutnya. (gil/c10/bas/jpnn/is/k18)
Editor : wahyu-Wahyu KP