Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Legenda Bernama El Mago

wahyu-Wahyu KP • 2019-01-14 07:17:38

MANCHESTER – David Silva sudah sembilan musim mengarungi Premier League bersama Manchester City. Tapi sampai musim kesembilan belum ada tanda-tanda Silva mulai menurun performanya. Bahkan El Mago -julukan Silva- bisa tercatat sebagai salah satu pemain legenda City di Premier League.

Status yang bisa dia sandang pada laga menjamu Wolverhampton Wanderers, di Etihad, Manchester, dini hari nanti. Ya, pemain 33 tahun itu akan jadi pemain paling banyak memperkuat The Citizens di Premier League. Dia menjalani laga ke-267.

Jumlah ini satu laga lebih banyak dari Joe Hart. ''Cukup berilah saya kesempatan, maka saya bakal membuktikannya,'' kata Silva seperti dikutip The New York Times. Dengan status legenda yang sudah di depan mata, penampilan gelandang Spanyol itu pun sedang produktif. Sampai laga ke-21 Premier League musim ini, dia sudah mencetak enam gol.

Dengan match week yang sama musim lalu, Silva baru mengoleksi lima gol. ''Dia (Silva) memerlukan banyak kesempatan bermain setelah cedera tiga pekan lalu. Saya pun tidak pernah ragu memberikannya,'' ungkap Pep kepada Manchester Evening News. Sayangnya, Silva belum pernah mengancam gawang Wolves.

Selama di Premier League, lima kali dia memperkuat City ketika melawan Wolves. Dari lima head to head, pemain jebolan akademi sepak bola Valencia itu cuma berkontribusi dengan dua assists. Terakhir, Silva dapat melakukannya saat match week 10 Premier League 2010-2011. Itu yang jadi tantangannya untuk mencari kado ultah di Premier League.

Pep menganggap Silva sebagai cermin pemain yang mampu survive dalam jangka waktu yang panjang di Premier League. Di antara pemain asing di Premier League, dia termasuk yang konsisten. ''Jika Anda mampu bertahan di sini (Premier League), itu karena Anda pemain hebat. Anda layak di sini,'' sebut Pep.

Pelatih sekompatriot Silva itu juga menyebut banyak kelebihan dalam diri Silva. ''Ketika dia bergerak, dia pemain yang pintar, lebih pintar. Lihatlah apa yang dia lakukan, itu karena dia memang pemain yang lebih cerdas dari pemain lainnya,'' tutur Pep. ''Dia mungkin pemain yang terkuat dunia di second line. Kami mencoba menyerang dari situ, dialah masternya,'' imbuhnya. (ren/jpg/tom/k15)

Editor : wahyu-Wahyu KP