JAKARTA–Tidak ada yang menyangka Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan bisa melaju hingga final Indonesia Masters 2019. Drawing mereka berat. Jika lolos dari babak-babak awal, pasangan senior itu dipertemukan dengan unggulan kedua Li Junhui/Liu Yuchen. Lalu, bertemu Han Chengkai/Zhou Haodong. Pasangan asal Tiongkok yang tahun lalu sering menyulitkan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Namun, semua dilibas!
Han/Zhou menjadi korban terakhir The Daddies, sebutan pasangan Ahsan/Hendra–di Istora Senayan kemarin. Keperkasaan Han/Zhou saat menghajar Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe di perempat final hilang tak berbekas di hadapan Ahsan/Hendra. Mereka tak mampu menahan serangan duo bapak dan sering mati sendiri. Ahsan/Hendra menang 21-11, 21-13 hanya dalam waktu 28 menit.
Alhasi, terciptalah All Indonesian Final di sektor ganda putra hari ini. Sebab, sejam kemudian, Marcus/Kevin menyusul ke final. Minions mengalahkan Kim Astrup/Andres Skaarup Rasmussen 21-19, 21-13. Nah, antara The Daddies dan Minions, siapa yang akan menang?
Di atas kertas, mudah menyebut Minions bakal mengandaskan seniornya. Peringkat mereka lebih tinggi. Rekor pertemuan juga memihak mereka. Namun jangan lupa. Sepanjang turnamen ini, The Daddies sudah mengangkangi dua pasangan yang peringkatnya lebih tinggi dari mereka. Li/Liu dan Han/Zhou. Sejak babak pertama mereka juga belum kehilangan satu game pun.
Minions sebaliknya. Drawing mereka cenderung mudah. Dua di antara empat laga dimenangkan lewat rubber game. Penampilan mereka konsisten. Tapi tidak seganas dua bapak. Kemarin mereka harus bekerja sangat keras mengalahkan Astrup/Rasmussen. Terutama di game pertama. Jadi, bisa dibilang, soal kebugaran, dua pasangan itu setara.
"Pastinya fisik dijaga lewat latihan. Kami enggak mau kalah dengan junior. Latihan tetap sesuai instruksi pelatih," papar Ahsan ketika disinggung soal stamina. Hendra memastikan fisik mereka tidak akan jadi kendala berarti hari ini. "Tapi memang Minions sedang berada dalam top performance. Jadi lebih banyak kalahnya (soal fisik)," ujar pemain 34 tahun tersebut.
Marcus/Kevin punya satu motivasi tambahan menghadapi final siang ini. Sebagai juara bertahan, mereka tak mau gelar itu lepas. Sekalipun pada kakak sendiri. Mereka berjanji bakal bermain hati-hati. Tidak banyak bikin kesalahan sendiri. "Saya senang dengan All Indonesia final ini. Apalagi mainnya juga di Indonesia. Pastinya seru," tutur Kevin.
Menghadapi senior, Marcus tidak menolak adanya kemungkinan untuk terjadi rubber game lagi. "Mereka pengalaman main di sini lebih banyak. Harus siap, nggak boleh lengah. Mereka juga pasti lebih ngerti gimana dapat poin," ucap dia.
Selain Minions dan The Daddies, pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir juga melaju ke babak final hari ini. Mereka akan berhadapan dengan Zheng Siwei/Huang Yaqiong. Tidak akan mudah untuk menaklukkan ganda campuran terbaik dunia tersebut. Walau begitu, masuk final tetap jadi penutup karier Butet. Apapun hasilnya. (feb/na/jpg/ndy/k16)
Editor : octa-Octa