SAMARINDA - Lebah Bukit Wira (LBW) Borneo Open Turnamen Karate II 2019 selesai digelar kemarin. Berlangsung sejak Jumat (25/1) di GOR Segiri, Samarinda, Dojo LBW sukses jadi juara umum, mereka mengantongi 22 emas, 9 perak, dan 16 perunggu. Di posisi kedua dikuasai Ikado Kaltim dengan koleksi 7 emas, 6 perak, dan 14 perunggu. Di posisi ketiga direngkuh Tanah Laut dengan torehan 6 emas, 6 perak, dan 7 perunggu (selengkapnya info grafis).
Ketua panitia pelaksana Imphil Jonathan menyebutkan, kegiatan tersebut adalah open turnamen kedua yang digelar. Tahun ini melibatkan 826 peserta dari Kaltim dan Kalimantan Selatan. "Latar belakang kegiatan sendiri untuk meramaikan HUT Kota Samarinda ke-351. Kami juga sudah ada pembicaraan dengan wali kota (Syaharie Jaang, Red), rencananya diagendakan rutin tahunan ke depan," beber Jonathan.
Dia berharap, hadirnya open turnamen rutin tersebut mampu mengaktifkan kembali insan karate di Kaltim. Sehingga terus melakukan pembinaan atlet secara intens agar lebih terorganisasi dengan baik. "Tentu hasil akhirnya adalah meningkatkan prestasi Kaltim di kancah nasional dan internasional. Mudah-mudahan ke depan event open turnamen ini makin besar dan makin baik," pungkasnya.
Di sisi lain, Ketua KONI Kaltim Zuhdi Yahya yang menutup event tersebut berharap, ke depan tidak hanya LBW yang menggulirkan kejuaraan terbuka. Namun, seluruh klub karate di Benua Etam bisa melaksanakan hal serupa.
"Pelaksanaan open turnamen seperti ini bisa melahirkan bibit baru yang andal. Dan memang kami lihat event ini mencakup kelas terbawah mulai pra-usia dini. Saya yakin mereka-mereka akan mampu membawa nama baik Kaltim di masa mendatang," sebutnya.
Lanjut Zuhdi, dari kegiatan tersebut bisa jadi acuan Pengprov Forki Kaltim untuk menggelar selekprov. Jika tak ada aral, Forki Kaltim memang mengagendakan seleksi atlet yang akan diturunkan di Pra-PON. "Ini (selekprov) sangat penting karena menjadi persiapan untuk Pra-PON 2019. Target Kaltim harus meloloskan atlet sebanyak-banyaknya," terang Zuhdi.
Disinggung soal prestasi karate di mata induk olahraga tertinggi di Benua Etam, Zuhdi menyebut posisinya naik-turun. Sebab, di beberapa edisi PON mereka sempat sukses mempersembahkan medali emas. Namun, pada PON 2016 di Jawa Barat menuai hasil yang kurang memuaskan. "Harapannya mereka bisa kembali berbuat untuk kesuksesan Kaltim di PON 2020 di Papua. Karena tatangannya berat, jadi harus lebih maksimal," tutupnya. (*/asp/don/k16)