Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kekhawatiran Pep Berlebihan

izak-Indra Zakaria • Jumat, 31 Januari 2020 | 12:00 WIB
Guardiola
Guardiola

MANCHESTER– Bermain kandang dengan surplus dua gol serta lawan kehilangan Marcus Rashford, Pep Guardiola masih saja waswas dengan Manchester United. Pelatih Manchester City itu sampai melakukan mirroring atau meniru skema main lawan dalam second leg semifinal Piala Liga di Stadion Etihad kemarin (30/1).

Pep yang tahu United bermain dengan 3-4-1-2 juga mengusung tiga bek, tapi dengan formasi 3-2-4-1. Namun, strategi itu tak semulus yang direncanakan pelatih berjuluk Sang Filsuf tersebut. Untuk kali kedua musim ini, City kalah dalam derbi Manchester di kandang sendiri.

The Citizens yang sebelumnya keok 1-2 pada matchweek ke-16 Premier League (8/12/2019) kali ini menyerah 0-1 via gol Nemanja Matic pada menit ke-35. Matic pula yang memberi City kesempatan untuk menyamakan kedudukan pada 14 menit terakhir seiring menerima kartu kuning kedua. Tapi, gol yang dinanti tidak pernah terjadi setelah mengakhiri laga dengan statistik 13 tembakan, 6 di antaranya melenceng, serta 2 gol dianulir.

Meski kalah, City tetap melenggang ke final Piala Liga untuk tiga musim secara beruntun seiring kemenangan 3-1 di Old Trafford dalam first leg (23/1). Aston Villa menjadi lawan City dalam partai puncak di Stadion Wembley pada 1 Maret mendatang.

Diperdaya United dua kali di kandang membuat Pep menjadi sasaran kritik dari berbagai pihak. Pandit Sky Sports yang juga mantan bek City Micah Richards, misalnya. Richards menyatakan, Pep sering kali berpikir berlebihan tentang satu pertandingan.

’’(Joao) Cancelo dan (Kyle) Waker yang notabene fullback dipaksa bermain sebagai bek tengah. Lalu, bek tengah asli seperti (John) Stones atau (Eric) Garcia malah duduk di bangku cadangan,’’ tutur Richards. ’’Kalau untuk pertandingan non-Premier League atau Liga Champions mereka tidak dipercaya, dari mana mereka mendapatkan konfidensi,’’ tambah pemain yang meraih dua trofi bersama City itu.

Dalam post-match press conference seperti dilansir Manchester Evening News, Pep menyebut keputusan memasang Walker dan Cancelo bukan di posisi aslinya adalah bagian dari taktik. Pep tak ingin United menjebol gawang timnya dengan gaya yang sama saat kalah di Etihad sebelumnya. Yakni, kena serangan balik yang mematikan. ’’Saya berpikir United akan bermain dengan dua pemain depan dengan kecepatan lari luar biasa. Kami harus menyiapkan pemain dengan kaki-kaki secepat pemain United,’’ beber Pep. ’’Kyle (Walker) dan Joao (Cancelo) punya kecepatan dan itulah alasan saya memilih mereka (sebagai bek tengah, Red),’’ tambah pelatih yang kemarin menjalani laga ke-212 bersama City tersebut.

Pep menganalisis, United sepeninggal Rashford yang mengalami cedera punggung sampai April nanti tak melemah. Mason Greenwood, Daniel James, dan Anthony Martial disebut pelatih berusia 49 tahun itu tetap merepotkan dengan kecepatan mereka.

Pep juga menyinggung alasan lain soal mirroring tiga bek United. Yakni, bagian dari rotasi serta persiapan dalam laga sarat gengsi dan prestise melawan Tottenham Hotspur akhir pekan ini (2/2). Pelatih Spurs adalah Jose Mourinho yang menjadi rival Pep dalam El Clasico satu dekade lalu hingga derbi Manchester (2016–2018). Apalagi, laga pada matchweek ke-25 Premier League itu berlangsung di kandang Spurs.

Sementara itu, gelandang serang City Kevin De Bruyne kepada Sky Sports mengatakan bahwa kelolosan City ke final tak akan dibahas secara umum. Media-media pasti lebih sibuk mengulik dan menganalisis alasan City kalah. ’’Saya rasa tim kami terlalu banyak membuang peluang di laga ini. Kami juga tetap bermain lebih baik dan mendikte sepanjang pertandingan atas United,’’ tutur pemain yang biasa disebut KDB tersebut.

Hanya, Goal mengingatkan City bahwa mereka bakal membayar mahal jika masih menjadi tim yang boros peluang saat melawan Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions bulan depan. Terlebih, Real saat ini sudah menemukan momentum kebangkitan dan menanjak konfidensinya setelah menjuarai Supercopa de Espana di Jeddah, Arab Saudi, pada 13 Januari lalu. (dra/c19/dns)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Bola Eropa