Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Memikirkan Delapan Klub

izak-Indra Zakaria • 2020-04-28 12:27:09
Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan
Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan

MANCHESTER – Mengelola satu klub sepak bola sudah cukup melelahkan selama krisis finansial karena pandemi Covid-19. Jadi, bisa dibayangkan betapa beratnya mengendalikan delapan klub sepak bola sekaligus yang ada di seluruh penjuru dunia. Ya, begitu kenyataannya di City Football Group, alias CFG.

Manchester City termasuk satu dari kedelapan klub yang bernaung di bawah konsorsium milik Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan itu. Ketujuh “saudara” City tersebut tersebar di lima benua berbeda. Bersama The Citizens, julukan City, di Eropa ada klub Girona FC yang dimiliki CFG.

Di Asia ada tiga klub satelit dimiliki City. Yaitu Yokohama F Marinos (Jepang), Mumbai City (India), dan Sichuan Jiuniu (Tiongkok). Melbourne City FC jadi “perwakilan” City di benua Australia. Di benua Amerika, ada New York City FC (AS) dan Montevideo City Torque. Nah, di antara kedelapan klub itu, hanya Girona dan Jiuniu yang bermain di level kedua kompetisi.

Dari kedelapan klub itu, tercatat sebanyak 1500-an pemain berada dalam daftar miliknya. Selain itu, CFG juga harus mengurusi sebanyak 13 kantor perwakilan di seluruh penjuru dunia yang di dalamnya melibatkan lebih dari 2 ribu karyawan! ’’Tantangan terberat yang dihadapinya (CFG) dalam tujuh tahun terakhir,’’ tulis laman The Sun.

’’Covid-19 sudah menghadirkan tantangan unik bagi semuanya di seluruh dunia,’’ sebut COO CFG, Omar Berrada. Yang sudah dilakukan City bisa jadi salah satu contoh kongkretnya. Seperti diketahui, City termasuk salah satu klub di Premier League yang tetap membayar penuh gaji karyawannya selama pandemi corona.

Begitu pula dengan bayaran David Silva dkk, aman dari pemotongan. Grafik keuntungan dalam lima musim beruntun jadi salah satu penyebabnya. Dalam musim 2018 – 2019 contohnya. City meraup keuntungan GBP 535,2 juta (Rp 10,2 triliun) di dalam periode tersebut. Daily Mail mengklaim, catatan serupa masih bisa dicapai pada periode 2019 – 2020.

Keuntungan besar dalam periode keuangan tahun kemarin pun juga dibukukan New York City FC. Sebagaimana dilaporkan Forbes, mantan klub Frank Lampard sebelum gantung sepatu tersebut mampu mencatatkan keuntungan finansial mencapai USD 105 juta (Rp 1,61 triliun). Di dalam sejarah akusisi CFG di klub tersebut, itu termasuk keuntungan terbesar.

Berrada menuturkan, hal serupa pun diupayakan terjadi di semua klub feeder-nya. ’’Kami bekerja di semua klub kami secara global untuk memastikan bahwa kami bisa mendukung semua komunitas kami di mana saja mereka berada,’’ klaim pria mantan Kepala Bagian Sponsorship di Barcelona itu.

Faktanya, beberapa klub CFG sudah mulai menyiapkan untuk melanjutkan kompetisi. Di Tiongkok misalnya, Jiuniu sudah bersiap kembali berlatih lagi. Begitu pula dengan Marinos yang dijadwalkan sudah bisa berlatih kembali pada 10 Mei mendatang. Mumbai City pun juga sudah menyiapkan rencana serupa.

Keputusan CFG menjual 10 persen sahamnya kepada salah satu perusahaan ekuitas AS, Silver Lake, November tahun lalu ternyata juga dapat bermanfaat untuk menjaga neraca finansial klub. Karena, lewat penjualan saham tersebut CFG mampu meraup dana segar sebesar USD 500 juta (Rp 7,7 triliun).

Makanya di tengah pandemi corona seperti saat ini, klub-klub yang berada di bawah CFG masih dapat berperan serta dalam penanganan Covid-19 di kotanya masing-masing. ’’Dukungan nyata kami berikan kepada fans yang terisolasi, terutama mereka yang lanjut usia dan rentan, lalu memberikan kiat olahraga untuk mereka yang di rumah, atau membuat konten menghibur fans,’’ sambung Berrada.

Klub-klub di bawah CFG memiliki cara berbeda-beda. City misalnya. Klub yang dibesut Pep Guardiola itu menyediakan Etihad untuk jadi tempat National Health Service (NHS) melatih stafnya. Klub juara bertahan Premier League itu juga memberi sumbangan kepada bank makanan lokal.

Montevideo Torque berupaya menyiapkan 10 ribu makan siang gratis untuk anak-anak miskin di ibukota Uruguay itu. Hal serupa juga dilakukan NYCFC dengan membagikan 100 ribu makanan bagi keluarga di Bronx, New York. Girona yang berlaga di Seguna Division pun aktif di dalam menggalang dana bagi rumah sakit setempat. (ren)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Bola Eropa