Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Krusialnya Agenda Pramusim

izak-Indra Zakaria • Selasa, 2 Februari 2021 - 21:59 WIB
AJANG ADAPTASI: Agenda pertandingan sebelum kompetisi kini sifatnya menjadi krusial, mengingat para pemain sudah lama tidak mengecap sensasi atmosfer kompetisi.
AJANG ADAPTASI: Agenda pertandingan sebelum kompetisi kini sifatnya menjadi krusial, mengingat para pemain sudah lama tidak mengecap sensasi atmosfer kompetisi.

Kompetisi musim 2020 dibatalkan, kini konsentrasi seluruh kontestan mengarah kepada musim 2021. Namun, hingga kini belum ada kepastian kapan agenda itu akan terlaksana.

DI tengah keabu-abuan nasib kompetisi musim 2021, berbagai wacana turut menyertai. Salah satunya agenda pelaksanaan simulasi pertandingan hingga turnamen pramusim. Selain jadi pilot project pelaksanaan protokol ketat ketika kelak kompetisi berlangsung, ajang tersebut juga jadi kesempatan untuk mengembalikan sentuhan para pemain. Maklum, hampir setahun mayoritas dari mereka tidak merasakan atmosfer pertandingan.

Asisten pelatih Borneo FC Samarinda Ahmad Amiruddin pun setuju dengan wacana turnamen pramusim. Menurut dia, itu bisa jadi ajang pemanasan. Jika pemain dipaksa langsung berkompetisi, diyakini mengganggu performa di lapangan. "Sama seperti kompetisi sebelumnya, harus ada turnamen lebih dulu. Jadi, pemain tidak kaget saat memulai liga," kata Amir, sapaannya.

Kompetisi Liga 1 Indonesia hingga saat ini belum menemui titik terang kapan akan kembali digelar. Sejumlah usulan mengemuka seperti digelar seusai Idulfitri maupun mengikuti jadwal sepak bola Eropa. Namun, PSSI belum bisa memastikan kapan sejatinya kompetisi bisa digelar. Jangankan menyusun rencana, izin dari kepolisian pun belum mereka kantongi sehingga sulit untuk bisa menjadwalkan kompetisi.

Bagi Amir, akan banyak keuntungan yang didapat pemain saat menjalani pramusim. Mereka bisa merasakan kembali persaingan, baik dalam tim terlebih dengan tim lain. Secara internal, persaingan yang dimaksud Amir adalah perjuangan pemain merebut skuat utama.

"Staf pelatih pasti ingin yang terbaik dalam menyusun skuat. Otomatis ada persaingan di internal pemain. Ditambah dengan adanya turnamen membuat semua klub beradu kekuatan menjadi yang terbaik," jelasnya.

Di sisi lain, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) punya keuntungan tersendiri, yakni menjadikan kompetisi pramusim sebagai bahan evaluasi. Menuju kompetisi sesungguhnya, salah satunya penerapan protokol kesehatan dalam pertandingan.

"Artinya, PT LIB bisa memulai bagaimana menjalankan kompetisi di tengah pandemi. Operator kompetisi bisa praktik menjalankan protokol kesehatan dan sebagainya. Kekurangan yang terjadi di pramusim, bisa dibenahi di kompetisi nanti," pungkasnya. (abi/ndy/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria