JAYAPURA-Penantian sepatu roda Kaltim merengkuh medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) terjawab sudah. Itu setelah atlet sepatu roda Kaltim Anjang Pius Saruman berhasil menjadi yang tercepat dalam pertarungan di nomor Individual Time Trial (ITT) 500 meter putra, Selasa (28/9).
Bertanding di Arena Sepatu Roda Bumi Perkemahan Waena, Anjang Pius tampil konsisten sejak babak penyisihan. Di fase tersebut, Anjang berhasil finis di posisi kedua dengan catatan waktu 42,145 detik. Di posisi pertama ditempati oleh atlet DKI Jakarta dengan catatan waktu 42,124 detik.
Di babak final, Anjang Pius berhasil memperbaiki catatan waktunya menjadi 41,790 detik. Sedangkan DKI Jakarta mencatat waktu 41,859. Dengan hasil itu, Anjang berhak atas medali emas. Medali tersebut menjadi emas pertama bagi kontingen Kaltim di PON Papua. Sekaligus medali emas pertama cabang olahraga (cabor) sepatu roda setelah puasa gelar selama dua edisi PON.
Terakhir kali Kaltim merasakan kebanggaan meraih medali emas adalah saat PON 2008 di Kaltim. Setelah itu, medali emas menjadi hal yang sulit diraih sepatu roda. Menanggapi keberhasilan tersebut, pelatih sepatu roda Kaltim Karta Wibawa mengaku bangga dengan apa yang dipertontonkan oleh Anjang Pius.
Dia menuturkan, sejak awal sepatu roda memang menarget medali emas di nomor ITT 500 meter. Hal itu tak lepas dari beberapa penampilan apik Anjang di beberapa event yang diikuti saat melakukan pemusatan latihan di Bekasi, Jawa Barat.
“Bersyukur sekali akhirnya kami bisa merasakan medali emas setelah dua kali PON tidak pernah dapat emas. Tentunya ini berkat kerja keras atlet kita yang tak kenal menyerah di arena lomba,” terang Karta ditemui Kaltim Post setelah babak final sepatu roda, kemarin.
Sementara itu, ditemui terpisah di venue pertandingan, Anjang Pius mengaku puas dengan apa yang sudah diraihnya. Dia mengatakan, tidak mudah bersaing dengan atlet sepatu roda senior yang memiliki nama besar. Namun demikian, dia mengatakan sejak awal dirinya memang bertekad bisa meraih medali emas.
“Puji Tuhan akhirnya apa yang ditargetkan sejak awal bisa terealisasi. Ini semua berkat Tuhan Yesus yang sudah memberi saya kekuatan terima kasih atas doa dari seluruh masyarakat Kaltim yang sudah mendoakan saya,” ucap Anjang.
Dengan tambahan satu medali emas, sepatu roda berhasil menyumbang dua medali. Sebelumnya, nomor ITT 100 meter putri, Kaltim berhasil menempati posisi dua atas nama Rifa Moza Rizqia. Sepatu roda masih berpotensi menambah pundi medali, sebab Anjang Pius dkk akan kembali bertanding hari ini. “Doakan saja bisa dapat emas lagi,” pinta Anjang. (don/rom/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria